Merawat hamster untuk pemula: memilih jenis, kandang yang cukup luas, makanan, dan tanda hamster sakit
TUREFF• •0
Hamster populer sebagai hewan peliharaan pertama karena kecil, lucu, dan relatif murah. Namun hamster tetap makhluk hidup dengan kebutuhan khusus, dan banyak masalah muncul karena kandang terlalu kecil atau makanan yang salah. Rata-rata hamster hidup sekitar 2–3 tahun.
1. Jenis hamster
Hamster Syria (golden): paling besar, cenderung jinak, tetapi harus dipelihara sendirian. Hamster Syria dewasa akan berkelahi jika dicampur.
Hamster kerdil seperti winter white, campbell, dan roborovski: kecil dan lincah. Roborovski sangat cepat sehingga lebih cocok untuk dilihat daripada dipegang.
Meski hamster kerdil kadang terlihat akur saat masih kecil, mereka bisa berkelahi serius ketika dewasa. Paling aman memelihara satu hamster per kandang.
2. Kandang
Kandang kecil yang sering dijual di toko biasanya terlalu sempit. Pilih kandang dengan alas yang luas, idealnya seluas mungkin dengan lantai rata, misalnya akuarium atau kotak plastik besar dengan ventilasi baik.
Isi dengan alas (bedding) kertas atau serutan kayu aspen yang tebal agar hamster bisa menggali. Hindari serutan pinus dan cedar beraroma kuat karena dapat mengiritasi saluran napas.
Roda putar wajib, dengan permukaan rata (bukan jeruji) dan cukup besar sehingga punggung hamster tidak melengkung saat berlari. Hamster Syria butuh roda lebih besar dibanding hamster kerdil.
Sediakan rumah persembunyian, mainan untuk menggigit, dan pasir khusus untuk mandi pasir (bukan pasir kucing). Hamster tidak perlu dimandikan dengan air.
Letakkan kandang di tempat yang tidak terkena matahari langsung, jauh dari AC yang terlalu dingin dan suara bising.
3. Makanan
Pelet atau campuran makanan khusus hamster sebagai makanan utama.
Sayuran segar dalam jumlah kecil: brokoli, wortel, timun, sawi. Cuci bersih dan keringkan.
Sesekali protein seperti telur rebus atau mealworm.
Buah hanya sedikit dan jarang, karena manis. Hamster kerdil rentan diabetes.
Jangan diberi: cokelat, bawang, jeruk dan buah asam, almond pahit, makanan asin atau berbumbu, serta makanan manusia olahan.
Air bersih selalu tersedia, dalam botol minum atau mangkuk kecil.
4. Membersihkan kandang
Bersihkan area yang kotor (tempat buang air) setiap beberapa hari. Jangan mengganti seluruh alas terlalu sering karena hamster stres saat sarangnya hilang. Ganti total sesekali saja, dan sisakan sedikit alas lama agar baunya tetap dikenali.
5. Menjinakkan
Hamster aktif di malam hari. Jangan membangunkannya saat tidur siang karena ia bisa menggigit.
Mulailah dengan membiarkan hamster mencium tanganmu, lalu memberi camilan dari tangan. Ambil dengan menangkup kedua tangan dari bawah, jangan dicengkeram dari atas.
Pegang dekat lantai karena hamster bisa melompat dan cedera jika jatuh.
6. Tanda hamster sakit
Bagian ekor basah dan diare (wet tail), terutama pada hamster muda, bisa fatal dengan cepat.
Tidak mau makan, lesu, bulu kusam atau rontok, mata berair, napas berbunyi, benjolan.
Gigi terlalu panjang sehingga sulit makan.
Segera bawa ke dokter hewan yang menangani hewan eksotis jika melihat tanda-tanda ini.
Di ruang ini kamu bisa berbagi foto kandang, pertanyaan soal makanan, dan pengalaman memelihara hamster.