Mendaki gunung untuk pemula: persiapan fisik, perlengkapan, SIMAKSI, dan keselamatan
TUREFF• •0
Mendaki gunung semakin populer di Indonesia. Dari Gede Pangrango, Prau, Merbabu, hingga Rinjani dan Semeru, banyak orang ingin merasakan sunrise di atas awan. Tetapi gunung bukan tempat untuk coba-coba. Setiap tahun ada pendaki yang tersesat, terkena hipotermia, atau cedera karena kurang persiapan. Berikut hal-hal dasar yang perlu diketahui pendaki pemula.
Pilih gunung yang sesuai
Untuk pendakian pertama, pilih gunung dengan jalur yang jelas, tidak terlalu tinggi, dan bisa dilakukan dalam satu atau dua hari. Banyak pendaki pemula memulai dari gunung yang jalurnya ramai dan memiliki pos-pos yang jelas.
Cari informasi tentang jalur, perkiraan waktu tempuh, sumber air, dan titik berkemah.
Sebaiknya pendakian pertama bersama orang yang sudah berpengalaman atau melalui operator resmi.
SIMAKSI dan aturan taman nasional
Banyak gunung di Indonesia berada di kawasan taman nasional atau kawasan konservasi. Untuk mendaki, kamu perlu SIMAKSI, yaitu Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi.
Kini banyak taman nasional menyediakan pemesanan secara online, dan kuota pendaki per hari dibatasi. Pesan jauh-jauh hari, terutama untuk akhir pekan dan hari libur.
Beberapa jalur mensyaratkan surat keterangan sehat dan membatasi usia pendaki.
Jalur pendakian sering ditutup sementara, misalnya saat musim hujan, untuk pemulihan ekosistem, atau karena aktivitas vulkanik. Selalu cek informasi resmi dari pengelola taman nasional sebelum berangkat.
Persiapan fisik
Mulai latihan beberapa minggu sebelumnya: jogging, naik turun tangga, dan jalan kaki jauh dengan membawa ransel.
Latih kekuatan kaki dengan squat dan lunges.
Tidur cukup sebelum hari pendakian.
Perlengkapan dasar
Sepatu gunung yang nyaman dan sudah dipakai sebelumnya, bukan sepatu baru.
Ransel dengan ukuran sesuai, dan raincover.
Jaket hangat dan jas hujan. Suhu di puncak gunung bisa sangat dingin, terutama menjelang subuh.
Pakaian ganti yang dibungkus plastik agar tetap kering. Hindari bahan katun yang lama kering.
Senter atau headlamp dengan baterai cadangan.
Sleeping bag dan matras jika menginap.
Air minum yang cukup dan makanan berenergi.
Kotak P3K, obat pribadi, dan peluit.
Kantong sampah.
Bahaya yang perlu diwaspadai
Hipotermia: suhu tubuh turun karena dingin, basah, dan angin. Tanda-tandanya menggigil hebat, bicara melantur, dan bingung. Segera ganti pakaian basah, hangatkan tubuh, dan beri minuman hangat. Ini kondisi darurat.
Tersesat: tetap di jalur resmi dan jangan memisahkan diri dari rombongan. Jika tersesat, berhentilah, jangan panik, dan tunggu bantuan di tempat yang aman.
Cuaca buruk dan badai: jika cuaca memburuk, jangan memaksakan diri ke puncak.
Gunung berapi aktif: patuhi zona larangan dan status aktivitas gunung yang diumumkan pemerintah.
Etika mendaki
Bawa turun semua sampahmu. Jangan meninggalkan apa pun selain jejak kaki.
Jangan membuat api sembarangan dan jangan merusak tanaman, termasuk memetik edelweis.
Hormati adat dan aturan setempat.
Jaga ketenangan di area berkemah.
Gunung apa yang pertama kali kamu daki? Bagikan pengalaman dan tipsmu di kolom komentar.