Memelihara lovebird untuk pemula: memilih burung, kandang, pakan, menjinakkan, dan tanda burung sakit
TUREFF• •0
Lovebird adalah salah satu burung paruh bengkok paling populer di Indonesia. Warnanya cantik, suaranya ramai, dan banyak penggemar yang memeliharanya untuk kicauan maupun lomba. Lovebird juga bisa dijinakkan dan menjadi teman yang lucu. Umurnya bisa lebih dari sepuluh tahun dengan perawatan yang baik.
1. Memilih burung
Pilih burung yang aktif, bulunya rapi dan mengilap, matanya cerah, lubang hidung bersih, dan kotoran di sekitar dubur bersih.
Hindari burung yang diam dengan bulu mengembang, tidur terus, atau paruhnya kotor.
Untuk dijinakkan, burung muda yang disuapi (lolohan) biasanya lebih mudah akrab dengan manusia.
Jenis kelamin lovebird sulit dibedakan dari penampilan. Jika penting, misalnya untuk penangkaran, tes DNA bisa membantu.
Belilah dari penangkar atau penjual tepercaya, dan pastikan burung berasal dari penangkaran, bukan tangkapan liar.
2. Kandang
Kandang sebaiknya cukup luas agar burung bisa mengepakkan sayap dan berpindah dari satu tangkringan ke tangkringan lain. Kandang lebih panjang ke samping lebih baik daripada kandang tinggi tetapi sempit.
Sediakan beberapa tangkringan dengan diameter berbeda, sebaiknya dari kayu alami.
Tempat pakan dan minum yang mudah dibersihkan, dan wadah untuk mandi.
Mainan untuk digigit: lovebird suka mengerat dan butuh kegiatan agar tidak bosan dan stres.
Letakkan kandang di tempat yang teduh, tidak kena angin langsung, jauh dari asap rokok, asap dapur, dan semprotan obat nyamuk.
3. Pakan
Pakan utama: campuran biji-bijian seperti milet, jewawut, gabah, kenari seed, dan sedikit biji bunga matahari. Pelet khusus burung paruh bengkok bisa diperkenalkan sedikit demi sedikit.
Sayur dan buah segar setiap hari dalam jumlah kecil: kangkung, sawi, jagung muda, apel, pepaya. Cuci bersih.
Tulang sotong atau grit sebagai sumber kalsium dan mineral.
Air minum bersih, ganti setiap hari.
Jangan beri: alpukat, cokelat, kopi, makanan asin, berminyak, atau makanan manusia.
4. Menjinakkan
Lakukan dengan sabar dan rutin. Ajak bicara dengan suara lembut setiap hari.
Mulailah dengan memberi camilan dari tangan melalui jeruji, lalu di dalam kandang.
Latih burung naik ke jari dengan menyodorkan jari di depan dadanya sambil memberi perintah sederhana.
Jangan menangkap dengan kasar atau mengejar burung di dalam kandang, karena burung bisa trauma.
5. Sendiri atau berpasangan?
Lovebird adalah burung sosial. Burung yang dipelihara sendirian butuh banyak interaksi dengan pemiliknya setiap hari. Jika dipelihara berpasangan, burung lebih jarang kesepian, tetapi biasanya lebih dekat dengan pasangannya daripada dengan manusia.
6. Kebersihan
Bersihkan alas kandang beberapa kali seminggu, cuci tempat pakan dan minum setiap hari.
Biarkan burung mandi atau semprotkan air bersih halus beberapa kali seminggu, terutama saat cuaca panas.
Jemur pagi sebentar di bawah sinar matahari, tetapi jangan saat siang terik.
7. Tanda burung sakit
Bulu mengembang dan burung diam di dasar kandang, mata sayu, tidak mau makan, kotoran encer atau berubah warna, napas berbunyi atau ekor naik turun saat bernapas, bulu rontok atau dicabuti sendiri.
Burung kecil cepat memburuk, jadi segera hubungi dokter hewan yang menangani burung.
Di ruang ini kamu bisa berbagi foto lovebird, tips kicauan, dan pengalaman merawat burung.