Belajar piano saat dewasa di Indonesia: keyboard atau piano digital, kursus atau otodidak, dan latihan 20 menit sehari
TUREFF• •0
Banyak orang dewasa di Indonesia yang waktu kecil ingin les piano tapi tidak sempat, atau dulu pernah les lalu berhenti. Kabar baiknya, belajar piano saat dewasa sangat mungkin. Orang dewasa memang belajar lebih lambat dalam hal gerak jari, tapi lebih cepat memahami teori dan lebih disiplin. Panduan ini membantu memulai dengan langkah yang masuk akal.
Keyboard, piano digital atau piano akustik
Keyboard: murah, ringan, punya banyak suara dan irama. Kekurangannya, tutsnya ringan dan sering hanya 61 tuts. Cukup untuk mencoba, tapi akan terasa terbatas.
Piano digital: 88 tuts dengan tuts berbobot (weighted, hammer action) yang meniru rasa piano asli. Ini pilihan terbaik bagi kebanyakan orang dewasa: bisa pakai headphone sehingga tidak mengganggu tetangga di rumah petak atau apartemen, dan tidak perlu disetem.
Piano akustik: suara dan rasa paling hidup, tapi mahal, berat, butuh tempat, dan perlu disetem secara rutin. Iklim lembap di Indonesia juga membuatnya perlu perawatan ekstra, misalnya menjauhkannya dari dinding yang lembap dan memakai pengatur kelembapan.
Jika budget terbatas, piano digital bekas dari merek terkenal sering lebih baik daripada keyboard baru.
Kursus atau belajar sendiri
Kursus musik tersedia di banyak kota, baik sekolah musik jaringan nasional maupun guru privat yang datang ke rumah. Banyak tempat menerima murid dewasa, tanyakan saja.
Guru bisa memperbaiki posisi tangan dan kebiasaan buruk sejak awal, yang sulit diperbaiki kalau sudah terbiasa.
Belajar sendiri lewat aplikasi dan video bisa berhasil, terutama untuk memainkan lagu pop dengan akor. Tapi sesekali tetap ada baiknya ikut beberapa sesi dengan guru untuk mengecek teknik.
Sebagian sekolah musik menyiapkan murid untuk ujian bertingkat dari lembaga internasional. Ujian seperti ini memberi target yang jelas, tapi tidak wajib. Bagi banyak orang dewasa, tujuannya cukup bisa memainkan lagu yang disukai.
Posisi duduk dan tangan
Duduk di tengah, sejajar dengan tuts C tengah. Tinggi kursi membuat lengan bawah kira-kira sejajar dengan tuts.
Jari melengkung seperti memegang bola kecil, pergelangan tangan rileks, tidak menekuk ke bawah.
Jari diberi nomor: ibu jari 1, telunjuk 2, jari tengah 3, jari manis 4, kelingking 5. Nomor ini dipakai di buku latihan.
Bulan pertama
Kenali tuts: kelompok dua dan tiga tuts hitam membantu menemukan nada. C selalu ada tepat di kiri kelompok dua tuts hitam.
Mainkan tangga nada C mayor dengan tangan kanan, lalu tangan kiri, pelan-pelan.
Pelajari akor dasar: C, F, G dan Am. Dengan empat akor ini kamu bisa mengiringi banyak lagu pop dan lagu daerah.
Mulai belajar membaca not balok sedikit demi sedikit. Not angka juga populer di Indonesia dan berguna untuk lagu, tapi not balok membuka jauh lebih banyak buku dan partitur.
Cara berlatih
Dua puluh menit setiap hari jauh lebih baik daripada dua jam di akhir pekan.
Latih bagian yang sulit secara terpisah dan pelan, lalu baru disambung.
Gunakan metronom, mulai dari tempo lambat dan naikkan sedikit demi sedikit.
Latihan tangan kanan dan tangan kiri terpisah dulu sebelum digabung.
Rekam permainanmu sesekali. Mendengarkan rekaman membantu melihat kemajuan dan kesalahan.
Menjaga motivasi
Pilih lagu yang benar-benar kamu sukai, misalnya lagu pop Indonesia, lagu gereja atau soundtrack film, dalam versi yang disederhanakan.
Jangan bandingkan dirimu dengan anak-anak yang sudah les sejak umur lima tahun.
Kalau tangan atau pergelangan terasa sakit, berhenti dan istirahat. Bermain dengan tegang terus-menerus bisa menyebabkan cedera.
Main untuk keluarga atau teman, sekecil apa pun lagunya. Itu yang membuat latihan terasa ada artinya.