Belajar menjahit dengan mesin jahit untuk pemula: alat, cara memasang benang, dan proyek pertama
TUREFF• •0
Menjahit sendiri itu menyenangkan dan hemat: memendekkan celana, mengganti resleting, sampai membuat tas dan baju sendiri. Bagi pemula, mesin jahit terlihat rumit, padahal dasar-dasarnya bisa dipelajari dalam beberapa sore.
1. Memilih mesin jahit
Untuk pemula, mesin jahit portable elektrik sudah cukup. Pastikan ada jahitan lurus, zig-zag, dan pengatur panjang jahitan. Fitur buttonhole (lubang kancing) otomatis sangat membantu.
Mesin jahit hitam klasik (manual) sangat awet dan kuat untuk jahitan lurus, tetapi tidak punya zig-zag.
Mesin obras dipakai untuk merapikan tepi kain seperti di baju pabrikan. Bagus untuk nanti, tidak wajib di awal.
Belilah dari toko yang mau mengajarkan cara pakai dan punya layanan servis.
2. Alat dasar
Gunting kain khusus (jangan dipakai untuk kertas, cepat tumpul), gunting kecil untuk benang.
Pendedel (alat pembuka jahitan), karena salah jahit itu pasti terjadi.
Jarum pentul, kapur jahit atau pensil kain, meteran kain, dan penggaris.
Jarum mesin sesuai kain: nomor 11 untuk kain tipis, 14 untuk katun biasa, 16 untuk jeans. Jarum khusus kaos (ballpoint) untuk kain rajut.
Benang polyester berkualitas. Benang murahan sering putus dan meninggalkan serat di mesin.
Setrika. Penjahit sering bilang: setengah hasil jahitan yang rapi berasal dari setrika.
3. Memasang benang
Baca buku panduan mesinmu, karena urutan tiap mesin sedikit berbeda. Polanya umumnya sama: dari gulungan benang, lewat pengatur tegangan, naik ke tuas pengangkat benang, turun ke jarum, lalu masuk lubang jarum dari depan ke belakang.
Pasang benang dengan sepatu jahit (presser foot) dalam posisi terangkat, supaya benang masuk ke celah tegangan dengan benar.
Gulung benang ke sekoci (bobbin), pasang sekoci, lalu tarik benang bawah ke atas dengan memutar roda tangan satu putaran.
Jika jahitan kusut di bawah kain, hampir selalu penyebabnya benang atas yang salah pasang, bukan benang bawah.
4. Latihan pertama
Latihan di kertas tanpa benang dulu: ikuti garis lurus dan lengkung untuk melatih kontrol kecepatan.
Lalu jahit di kain perca katun yang dilipat dua. Gunakan pemandu jarak di pelat jarum supaya kampuh selebar 1 sampai 1,5 cm konsisten.
Mulai dan akhiri setiap jahitan dengan jahitan mundur beberapa tusuk supaya tidak lepas.
Untuk berbelok di sudut: berhenti dengan jarum menancap di kain, angkat sepatu, putar kain, turunkan sepatu, lanjutkan.
5. Kain untuk pemula
Mulailah dengan katun yang tidak licin dan tidak melar, misalnya katun poplin atau kain blacu. Hindari kain licin seperti satin dan kain melar seperti kaos sampai kamu lebih percaya diri.
Cuci dan setrika kain sebelum dipotong, karena banyak kain menyusut setelah dicuci pertama kali.
6. Proyek pertama yang cocok
Sarung bantal dengan model amplop: hanya jahitan lurus.
Tas belanja kain (tote bag): melatih kampuh, tali, dan sudut.
Pouch dengan resleting: setelah itu, mengganti resleting tidak lagi menakutkan.
Memendekkan celana atau rok: keterampilan yang langsung menghemat ongkos permak.
7. Perawatan mesin
Bersihkan sisa serat di area sekoci setelah beberapa proyek dengan kuas kecil.
Ganti jarum secara rutin, terutama jika mulai terdengar bunyi "tok" atau jahitan meloncat.
Tutup mesin saat tidak dipakai agar tidak berdebu, dan bawa ke servis bila suara mesin berubah.
8. Masalah yang sering terjadi
Jahitan meloncat: jarum tumpul atau jarum tidak sesuai kain.
Benang putus terus: benang atas salah pasang atau tegangan terlalu kencang.
Kain tidak maju: gigi mesin (feed dog) turun atau tersumbat serat.
Di ruang ini kamu bisa menunjukkan hasil jahitan, bertanya soal pola, atau berbagi tempat beli kain yang bagus.