Investasi saham untuk pemula di Indonesia: membuka rekening efek, lot dan fee, pajak, dan cara menghindari saham gorengan
TUREFF• •0
Membeli saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sekarang bisa dilakukan dari aplikasi ponsel dengan modal kecil. Tapi sebelum mulai, ada beberapa hal dasar yang perlu dipahami supaya tidak sekadar ikut-ikutan.
Apa itu saham?
Saham adalah bukti kepemilikan sebagian kecil dari sebuah perusahaan. Keuntungan bisa datang dari dua hal: kenaikan harga saham (capital gain) dan dividen, yaitu bagian laba yang dibagikan perusahaan. Harga juga bisa turun, dan kerugian ditanggung sendiri.
Membuka rekening efek
Pilih perusahaan sekuritas yang terdaftar dan diawasi OJK dan menjadi anggota bursa. Hampir semuanya kini menyediakan pendaftaran online dengan KTP, NPWP (jika ada), dan rekening bank.
Saat membuka akun, kamu mendapat Rekening Dana Nasabah (RDN), yaitu rekening bank khusus atas namamu untuk menampung dana investasi, serta Single Investor Identification (SID).
Dengan SID, kamu bisa mengecek kepemilikan saham atas namamu sendiri di layanan AKSes milik KSEI. Ini salah satu cara memastikan sekuritasmu benar-benar mencatat sahammu.
Lot, harga, dan fee
Saham di BEI dibeli per lot; 1 lot = 100 lembar. Jika harga saham Rp1.000 per lembar, satu lot berarti Rp100.000 ditambah biaya.
Setiap transaksi dikenakan fee broker untuk beli dan jual, yang besarnya berbeda di setiap sekuritas. Biaya jual biasanya sedikit lebih tinggi karena termasuk pajak penjualan.
Pajak saham
Penjualan saham dikenakan pajak final 0,1% dari nilai transaksi jual, yang dipotong otomatis.
Dividen untuk investor perorangan dalam negeri dikenakan pajak, tetapi dapat dibebaskan jika diinvestasikan kembali di Indonesia sesuai ketentuan yang berlaku.
Saham yang kamu miliki tetap perlu dilaporkan sebagai harta di SPT tahunan. Aturan pajak bisa berubah, jadi cek informasi terbaru di situs Direktorat Jenderal Pajak.
Menghindari saham gorengan
"Saham gorengan" adalah saham yang harganya dinaikkan secara tidak wajar, sering kali perusahaan kecil dengan fundamental lemah, lalu dijual ramai-ramai oleh pihak yang menggoreng. Tanda-tanda yang perlu diwaspadai:
Harga naik sangat tajam dalam waktu singkat tanpa berita atau kinerja yang jelas.
Ramai dipromosikan di grup Telegram, WhatsApp, atau media sosial dengan janji "pasti naik".
Perusahaan merugi terus atau laporan keuangannya tidak jelas.
Jangan pernah memberikan uang atau kata sandi akunmu kepada "pengelola" atau "mentor" yang menjanjikan untung tetap. Investasi yang menjanjikan keuntungan pasti hampir selalu penipuan; kamu bisa mengecek legalitasnya di situs OJK.
Strategi sederhana untuk pemula
Mulai dari perusahaan besar yang bisnisnya kamu pahami, misalnya yang produknya kamu pakai sehari-hari.
Baca laporan keuangan dasar: apakah pendapatan dan laba naik dari tahun ke tahun, dan apakah utangnya wajar.
Sebarkan dana ke beberapa saham atau gunakan reksa dana indeks dan ETF.
Investasikan hanya uang dingin, yaitu uang yang tidak dibutuhkan dalam beberapa tahun ke depan, setelah punya dana darurat.
Rutin menabung saham sedikit demi sedikit setiap bulan biasanya lebih tenang daripada mencoba menebak kapan harga naik atau turun.