Membangun kebiasaan menulis: menulis sedikit setiap hari, mengatasi halaman kosong, mencari ide, dan mendapat masukan yang berguna
TUREFF• •0
Banyak orang ingin menulis: novel, cerpen, artikel blog, atau sekadar catatan pribadi. Tetapi saat duduk di depan layar, sering kali tidak ada satu kata pun yang keluar. Menulis, seperti keterampilan lain, terbentuk lewat latihan dan kebiasaan. Berikut beberapa cara praktis.
Tulis dulu, perbaiki nanti
Tujuan draf pertama adalah selesai, bukan sempurna. Banyak tulisan tidak pernah selesai karena penulisnya ingin setiap kalimat langsung bagus. Biarkan draf pertama berantakan, lalu sunting setelah selesai. Menyunting di hari lain membantu kita melihat kekurangan dengan lebih jernih.
Menulis sedikit setiap hari
Tetapkan target kecil yang jelas, misalnya 300 kata atau 20 menit setiap hari. Menulis rutin sedikit demi sedikit lebih efektif daripada sesekali menulis panjang.
Pilih waktu dan tempat tetap, misalnya pagi sebelum beraktivitas atau malam sebelum tidur.
Matikan notifikasi ponsel saat menulis.
Mengatasi halaman kosong
Mulai dari satu adegan atau detail yang jelas, bukan dari awal cerita.
Menulis bebas: pasang pengatur waktu sepuluh menit, lalu menulis tanpa berhenti, tanpa menghapus, tanpa memikirkan ejaan. Sering kali ide muncul di tengah jalan.
Buat kerangka: tuliskan poin-poin yang ingin disampaikan.
Ubah bentuk: kalau tulisan buntu, coba tuliskan sebagai surat kepada teman.
Mencari ide
Pengalaman sendiri: masa kecil, pekerjaan, perjalanan, keluarga. Semua itu bahan yang unik.
Bawa buku catatan kecil atau gunakan aplikasi catatan di ponsel untuk mencatat orang menarik, percakapan yang terdengar, atau ide yang tiba-tiba muncul.
Banyak membaca. Semakin banyak membaca, semakin baik menulis. Perhatikan cara penulis lain membuka cerita, menggambarkan suasana, dan menutup tulisan.
Teknik agar tulisan lebih hidup
Tunjukkan, jangan hanya katakan: daripada "dia sedih", ceritakan apa yang dia lakukan atau ucapkan.
Hapus kata yang tidak perlu.
Variasikan panjang kalimat agar tulisan terasa berirama.
Baca tulisanmu dengan suara keras. Bagian yang terasa janggal saat dibaca biasanya perlu diperbaiki.
Perhatikan ejaan dan tanda baca sesuai kaidah bahasa Indonesia, terutama untuk tulisan yang akan dipublikasikan.
Mendapat masukan
Minta beberapa teman yang mau membaca dengan serius, atau bergabung dengan komunitas dan kelas menulis.
Mintalah masukan yang spesifik: bagian mana yang menarik, bagian mana yang membingungkan.
Terbuka terhadap kritik, tetapi tetap gunakan penilaianmu sendiri.
Bila menerbitkan di platform online, pahami aturan platform dan hak cipta atas karyamu.
Terus menulis
Akan ada masa ragu dan merasa tulisan sendiri tidak bagus. Itu wajar. Bacalah kembali tulisanmu setahun lalu, dan kamu akan melihat seberapa jauh kamu sudah berkembang.