Merawat mobil di iklim tropis: oli, aki, AC, ban, menghadapi banjir, dan jadwal pajak STNK yang sering terlupa
TUREFF• •0
Panas, hujan deras, dan jalanan macet membuat mobil di Indonesia bekerja lebih berat dibanding di negara beriklim sedang. Perawatan rutin yang sederhana bisa mencegah biaya perbaikan besar dan membuat mobil lebih aman dipakai.
Oli mesin
Ganti oli sesuai buku manual, biasanya setiap 5.000–10.000 km atau enam bulan, mana yang lebih dulu. Kondisi macet dan stop-and-go di kota besar termasuk pemakaian berat, jadi lebih aman mengikuti jarak yang lebih pendek.
Cek level oli sebulan sekali dengan dipstick saat mesin dingin dan mobil di tempat datar. Gunakan jenis dan kekentalan oli sesuai rekomendasi pabrikan.
Aki
Panas mempercepat aki aus. Umumnya aki bertahan dua sampai tiga tahun. Tanda aki melemah: mesin berat saat distarter, lampu redup saat mesin mati, atau lampu indikator aki menyala. Jika mobil jarang dipakai, hidupkan mesin dan jalankan mobil sebentar setidaknya seminggu sekali.
AC
AC bekerja hampir setiap hari di Indonesia. Bersihkan atau ganti filter kabin secara berkala (sering dianjurkan setiap 10.000–20.000 km), terutama kalau sering lewat jalan berdebu. Bau apek atau udara kurang dingin adalah tanda evaporator perlu dibersihkan di bengkel.
Ban
Cek tekanan angin setiap dua minggu saat ban dingin. Angka yang benar biasanya tertera di stiker pintu pengemudi atau buku manual.
Perhatikan indikator keausan (TWI) di alur ban. Di musim hujan, ban yang tipis mudah tergelincir di jalan basah (aquaplaning).
Rotasi ban setiap 10.000 km supaya keausannya merata, dan jangan lupa cek ban serep.
Rem, wiper, dan lampu
Ganti minyak rem sesuai jadwal pabrikan; minyak rem menyerap air dari udara lembap dan lama-lama kemampuannya menurun.
Ganti karet wiper sebelum musim hujan bila sudah meninggalkan garis atau berbunyi.
Cek semua lampu, termasuk lampu rem dan sein, sebulan sekali.
Menghadapi banjir
Jangan menerobos genangan jika ketinggian air tidak terlihat jelas. Sebagai patokan umum, air yang lebih tinggi dari setengah roda sudah berisiko bagi kebanyakan mobil.
Jika air masuk ke saluran udara mesin, mesin bisa rusak berat (water hammer). Jika mobil mati di tengah banjir, jangan coba menyalakannya lagi; dorong ke tempat aman dan hubungi bengkel atau derek.
Setelah melewati genangan, injak rem perlahan beberapa kali untuk mengeringkan kampas rem.
Mobil yang pernah terendam sebaiknya diperiksa menyeluruh, termasuk sistem kelistrikan dan oli.
Servis berkala dan garansi
Selama masa garansi, lakukan servis di bengkel resmi sesuai jadwal di buku servis agar garansi tetap berlaku. Simpan semua bukti servis; riwayat yang lengkap juga menaikkan harga jual kembali.
Pajak dan dokumen
Pajak kendaraan (PKB) dibayar setiap tahun, dan setiap lima tahun STNK harus diperpanjang sekaligus mengganti pelat nomor, yang memerlukan cek fisik kendaraan. Terlambat bayar dikenai denda. Banyak daerah kini menyediakan pembayaran pajak tahunan secara online atau lewat Samsat keliling, dan beberapa daerah rutin mengadakan program pemutihan denda. Cek ketentuan terbaru di situs Samsat atau Bapenda provinsimu.
Daftar cek bulanan singkat
Level oli, air radiator (di tangki cadangan), air wiper, tekanan ban, lampu, dan bunyi aneh saat mengerem. Sepuluh menit di akhir pekan sudah cukup.