Merawat kucing untuk pemula: makanan, vaksin, steril, dan menyiapkan rumah
TUREFF• •0
Kucing adalah hewan peliharaan paling populer di Indonesia. Banyak orang memelihara kucing kampung yang diadopsi dari jalanan, sementara yang lain memilih ras seperti persia atau anggora. Apa pun jenisnya, kucing membutuhkan perawatan yang tepat agar sehat dan bisa hidup panjang, sering kali lebih dari 12 tahun.
Sebelum kucing datang
Siapkan kotak pasir, pasir kucing, tempat makan dan minum, makanan, mainan, dan garukan kuku.
Pastikan rumah aman: tutup celah yang bisa membuat kucing terjebak, simpan obat dan bahan kimia rapat-rapat, dan pasang kawat atau jaring di jendela dan balkon, terutama di apartemen.
Beberapa tanaman hias, seperti lili, berbahaya bagi kucing. Lili bahkan bisa menyebabkan gagal ginjal. Cek dulu tanaman di rumahmu.
Makanan
Kucing adalah karnivora murni, sehingga membutuhkan makanan dengan kandungan protein hewani tinggi. Makanan kucing komersial yang lengkap dan seimbang adalah pilihan yang paling praktis.
Pilih makanan sesuai usia: makanan anak kucing (kitten) untuk kucing di bawah sekitar satu tahun, dan makanan dewasa setelahnya.
Kombinasi makanan kering dan basah membantu asupan air, karena kucing cenderung kurang minum.
Selalu sediakan air bersih. Banyak kucing lebih suka minum dari mangkuk lebar atau air mancur kecil.
Hindari memberi susu sapi, karena banyak kucing tidak bisa mencerna laktosa. Jangan beri cokelat, bawang, anggur, atau tulang kecil yang bisa patah.
Vaksin dan obat cacing
Bawa kucing ke dokter hewan untuk pemeriksaan pertama. Dokter akan memberikan jadwal vaksinasi.
Vaksin utama biasanya melindungi dari penyakit seperti panleukopenia, calicivirus, dan rhinotracheitis, yang sering diberikan dalam bentuk vaksin kombinasi. Vaksin rabies juga dianjurkan, terutama di daerah yang masih ada kasus rabies.
Beri obat cacing secara rutin dan lindungi kucing dari kutu sesuai anjuran dokter hewan.
Sterilisasi
Steril atau kebiri mencegah kehamilan yang tidak diinginkan, mengurangi perilaku menandai wilayah dan berkelahi, serta menurunkan risiko beberapa penyakit. Biasanya dilakukan sekitar usia lima sampai enam bulan, tetapi tanyakan waktu terbaik kepada dokter hewan. Banyak komunitas dan pemerintah daerah juga mengadakan program steril murah untuk mengurangi jumlah kucing liar.
Kotak pasir
Letakkan kotak pasir di tempat tenang, jauh dari tempat makan.
Bersihkan kotoran setiap hari dan ganti pasir secara berkala.
Jika punya lebih dari satu kucing, sediakan setidaknya satu kotak per kucing ditambah satu.
Jika kucing tiba-tiba buang air di luar kotak, bisa jadi ia stres atau sakit. Periksakan ke dokter hewan.
Tanda-tanda kucing sakit
Tidak mau makan lebih dari sehari, muntah berulang, diare, lemas, sering ke kotak pasir tetapi sedikit atau tidak keluar urine, atau sulit bernapas. Kucing jantan yang tidak bisa buang air kecil adalah kondisi darurat dan harus segera dibawa ke dokter hewan.
Bermain dan kasih sayang
Kucing butuh bermain setiap hari untuk menyalurkan naluri berburu. Mainan pancing bulu dan bola kecil sangat disukai. Hormati juga waktu kucing ingin menyendiri.
Kucingmu namanya siapa? Bagikan cerita dan tips merawat kucing di kolom komentar.