Mengamankan akun WhatsApp, Gmail, dan media sosial: verifikasi dua langkah, kode OTP, password yang kuat, dan tanda akun dibajak
TUREFF• •0
Pembajakan akun WhatsApp, Instagram, dan email masih sangat sering terjadi di Indonesia. Akun yang dibajak biasanya dipakai untuk meminjam uang ke teman dan keluarga, menyebarkan link penipuan, atau mengambil alih akun lain yang terhubung. Kabar baiknya, sebagian besar pembajakan bisa dicegah dengan beberapa pengaturan sederhana.
1. Jangan pernah membagikan kode OTP
Kode OTP (kode verifikasi yang dikirim lewat SMS, WhatsApp, atau email) adalah kunci akunmu. Modus yang sering dipakai: "Maaf, kode saya terkirim ke nomor kamu, tolong kirimkan," "Kamu menang hadiah, sebutkan kodenya untuk verifikasi," atau berpura-pura menjadi petugas bank atau kurir. Tidak ada alasan sah bagi orang lain untuk meminta kodemu.
2. Aktifkan verifikasi dua langkah
WhatsApp: Setelan > Akun > Verifikasi dua langkah. Buat PIN 6 digit dan tambahkan email pemulihan. Dengan ini, meski seseorang berhasil mendapatkan kode SMS, ia tetap tidak bisa masuk tanpa PIN.
Gmail dan akun Google: aktifkan Verifikasi 2 Langkah di pengaturan keamanan akun. Lebih baik lagi gunakan passkey atau aplikasi autentikator daripada SMS.
Instagram, Facebook, TikTok: aktifkan autentikasi dua faktor di menu keamanan.
Email adalah akun terpenting, karena hampir semua akun lain bisa direset lewat email. Amankan email terlebih dahulu.
3. Gunakan password yang kuat dan berbeda
Jangan memakai password yang sama untuk semua akun. Jika satu situs bocor, semua akunmu ikut terancam.
Password yang baik panjang, misalnya gabungan beberapa kata acak, bukan tanggal lahir atau nama.
Gunakan pengelola kata sandi (password manager), termasuk yang sudah ada di Google atau perangkatmu, untuk menyimpan dan membuat password yang berbeda-beda.
4. Waspadai link dan file
Jangan klik link "cek resi", "undian berhadiah", "akun akan diblokir", atau "lihat foto ini" dari pengirim yang tidak dikenal, atau bahkan dari teman jika pesannya terasa aneh.
Jangan pernah memasang file berakhiran .apk dari chat.
Periksa alamat situs sebelum login: situs palsu sering memakai alamat yang mirip dengan aslinya.
5. Periksa perangkat yang terhubung
WhatsApp: Setelan > Perangkat tertaut. Keluarkan perangkat yang tidak kamu kenal.
Google: periksa daftar perangkat di pengaturan keamanan akun.
Media sosial: lihat riwayat aktivitas login dan keluar dari sesi yang mencurigakan.
Tanda akunmu dibajak
Kamu tiba-tiba keluar dari WhatsApp dan diminta verifikasi ulang.
Teman bilang kamu mengirim pesan meminta uang atau link aneh.
Ada notifikasi login dari perangkat atau lokasi yang tidak kamu kenal.
Email atau nomor pemulihan akun berubah tanpa kamu ubah.
Kalau akunmu sudah dibajak
1. Segera beri tahu keluarga dan teman lewat jalur lain bahwa akunmu dibajak dan jangan mentransfer uang.
2. WhatsApp: pasang ulang dan verifikasi nomormu. Pembajak akan keluar saat kamu verifikasi ulang, kecuali mereka sudah memasang PIN verifikasi dua langkah; dalam hal itu, hubungi dukungan WhatsApp lewat aplikasi atau email.
3. Akun Google dan media sosial: gunakan menu "lupa sandi" atau "akun saya diretas" di halaman resmi masing-masing.
4. Setelah berhasil masuk, ganti password, aktifkan verifikasi dua langkah, dan keluarkan semua perangkat lain.
5. Jika ada kerugian uang, segera hubungi bank dan laporkan ke polisi.
Bantu orang tua
Orang tua dan kerabat sering menjadi sasaran. Luangkan waktu untuk mengaktifkan verifikasi dua langkah di WhatsApp mereka dan ajarkan satu aturan sederhana: "Kode dari SMS jangan pernah diberikan ke siapa pun."