Tanaman hias indoor untuk pemula: memilih sesuai cahaya, cara menyiram, dan kesalahan yang sering terjadi

TUREFF• •0
Tanaman hias membuat rumah terasa lebih segar dan nyaman. Di Indonesia, tren merawat tanaman di dalam rumah sempat sangat populer, dan banyak orang ingin mencobanya. Tetapi tidak sedikit yang menyerah setelah tanamannya layu atau busuk. Kebanyakan penyebabnya sederhana: salah memilih tempat atau terlalu banyak menyiram. Mulai dari cahaya Sebelum membeli, perhatikan cahaya di tempat yang ingin kamu isi tanaman. Cahaya matahari langsung: dekat jendela atau teras yang terkena sinar matahari beberapa jam sehari. Cahaya terang tidak langsung: ruangan terang tetapi tanaman tidak terkena sinar matahari langsung. Ini kondisi terbaik untuk sebagian besar tanaman indoor. Cahaya redup: jauh dari jendela, sudut ruangan, lorong. Pilih tanaman sesuai cahaya yang ada, bukan sebaliknya. Tanaman yang mudah dirawat Sirih gading: tumbuh cepat, bisa digantung atau merambat, dan daunnya terkulai saat haus. Lidah mertua: sangat tahan banting, butuh sedikit air, dan tahan di tempat agak gelap. ZZ plant atau zamioculcas: tahan di tempat teduh dan tidak masalah jika lupa disiram. Monstera: daun besar berlubang yang populer, suka cahaya terang tidak langsung. Spathiphyllum atau peace lily: bisa berbunga di tempat agak teduh dan memberi tanda saat butuh air. Sukulen dan kaktus: butuh banyak cahaya dan sedikit air. Di dalam ruangan yang gelap, mereka mudah memanjang dan lemah. Perhatian jika punya kucing atau anjing: sirih gading, monstera, ZZ plant, dan spathiphyllum bisa beracun bagi hewan peliharaan jika digigit atau dimakan. Menyiram: kesalahan nomor satu Lebih banyak tanaman mati karena kebanyakan air daripada kekurangan. Akar yang terus tergenang akan membusuk. Sebelum menyiram, tusukkan jari ke tanah sekitar 2 sampai 3 cm. Jika masih lembap, tunggu. Saat menyiram, siram sampai air keluar dari lubang pot, lalu buang air yang tertampung di tatakan. Udara Indonesia lembap. Saat musim hujan, tanaman umumnya butuh air lebih sedikit. Pot dan media tanam Selalu gunakan pot berlubang di bagian bawah. Gunakan media tanam yang gembur dan cepat kering, misalnya campuran tanah, sekam bakar, dan cocopeat. Untuk sukulen, tambahkan pasir atau pasir malang agar lebih porus. Tanda-tanda masalah Daun menguning dan tanah selalu basah: terlalu banyak air. Daun layu dan tanah kering: kekurangan air. Batang memanjang, pucat, dan condong ke arah jendela: kurang cahaya. Ada jaring halus atau kapas putih di daun: tungau atau kutu putih. Lap daun dan gunakan pestisida yang sesuai jika perlu. Ujung daun kecokelatan: udara terlalu kering, misalnya terkena embusan AC langsung. Pemupukan Beri pupuk khusus tanaman hias secara berkala sesuai dosis pada kemasan, misalnya dua sampai empat minggu sekali saat tanaman sedang aktif tumbuh. Tanaman apa yang paling awet di rumahmu? Ceritakan di kolom komentar.

Comments (0)