Isi Piringku: panduan makan sehat dari Kementerian Kesehatan, batas gula-garam-lemak harian, dan cara menerapkannya sehari-hari
TUREFF• •0
Dulu kita mengenal slogan "4 Sehat 5 Sempurna". Sekarang Kementerian Kesehatan menggunakan panduan "Isi Piringku" yang lebih sesuai dengan prinsip gizi seimbang. Panduan ini sederhana: cukup bayangkan isi piring setiap kali makan.
Isi Piringku dalam satu piring
Setengah piring: sayur dan buah, dengan porsi sayur lebih banyak daripada buah.
Setengah piring lainnya: makanan pokok dan lauk pauk, dengan porsi makanan pokok lebih banyak daripada lauk.
Makanan pokok: nasi, jagung, ubi, singkong, kentang, roti, atau mi. Pilih sumber karbohidrat yang bervariasi, tidak harus selalu nasi putih.
Lauk pauk: protein hewani seperti ikan, telur, ayam, daging, serta protein nabati seperti tempe, tahu, dan kacang-kacangan.
Dilengkapi dengan minum air putih yang cukup, mencuci tangan sebelum makan, dan aktivitas fisik.
Kenapa bukan lagi 4 Sehat 5 Sempurna?
Slogan lama menempatkan susu sebagai "penyempurna", padahal tidak semua orang membutuhkan atau bisa minum susu, dan protein bisa didapat dari banyak sumber lain. Isi Piringku lebih menekankan proporsi, variasi, dan pembatasan gula, garam, serta lemak.
Batas gula, garam, dan lemak
Kementerian Kesehatan menganjurkan batas konsumsi per orang per hari kira-kira:
Gula: 4 sendok makan.
Garam: 1 sendok teh.
Lemak atau minyak: 5 sendok makan.
Ingat, batas ini termasuk gula, garam, dan minyak yang sudah ada di dalam makanan kemasan, gorengan, minuman manis, kecap, saus, dan mi instan. Satu gelas minuman manis kekinian bisa mengandung gula yang cukup besar dibanding batas harian.
Menerapkannya pada makanan Indonesia
Nasi padang atau warteg: ambil sayur lebih banyak (daun singkong, sayur nangka, terong), satu lauk, dan kurangi kuah santan yang kental.
Gado-gado dan pecel: sudah kaya sayur dan protein nabati; perhatikan banyaknya bumbu kacang dan kerupuk.
Soto dan sup: pilih kuah bening, tambahkan sayur.
Gorengan: nikmati sesekali, jangan setiap hari sebagai camilan utama.
Ganti minuman manis dengan air putih atau teh tanpa gula.
Tambahkan buah lokal yang murah dan segar, seperti pisang, pepaya, jeruk, atau semangka, sebagai pencuci mulut.
Untuk anak
Pastikan anak mendapat protein hewani setiap hari, misalnya telur atau ikan, karena penting untuk pertumbuhan dan mencegah stunting. Biasakan sarapan dan bawa bekal dengan sayur, dan batasi jajanan manis serta minuman berpemanis.
Tips praktis
Gunakan piring yang lebih kecil agar porsi nasi tidak berlebihan.
Masak di rumah lebih sering, sehingga kamu bisa mengatur jumlah garam dan minyak.
Baca label informasi nilai gizi pada makanan kemasan, terutama kandungan gula dan natrium.
Bergerak aktif minimal 30 menit sehari, misalnya jalan kaki atau bersepeda.
Kapan perlu konsultasi
Orang dengan diabetes, hipertensi, penyakit ginjal, ibu hamil, dan lansia membutuhkan anjuran gizi yang lebih spesifik. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan atau ahli gizi di puskesmas dan rumah sakit.