Gempa bumi: mengapa Indonesia sering gempa, apa yang harus dilakukan saat gempa dan tsunami, serta tas siaga bencana

TUREFF• •0
Indonesia terletak di pertemuan beberapa lempeng tektonik besar dan di sepanjang Cincin Api Pasifik. Karena itu, gempa bumi bisa terjadi hampir di mana saja di Nusantara. Gempa tidak bisa diprediksi waktunya, tetapi kita bisa bersiap agar risikonya jauh lebih kecil. Mengapa Indonesia sering gempa? Lempeng Indo-Australia bergerak ke utara dan menunjam ke bawah Lempeng Eurasia di sepanjang barat Sumatra, selatan Jawa, hingga Nusa Tenggara. Di timur, Lempeng Pasifik dan lempeng-lempeng kecil lain saling bertumbukan. Gerakan lempeng ini menyimpan energi yang sewaktu-waktu terlepas sebagai gempa. Selain zona tumbukan di laut, ada juga sesar-sesar aktif di daratan yang dapat memicu gempa dangkal yang merusak. Saat gempa terjadi Jika di dalam bangunan: lakukan "berlutut, berlindung, berpegangan". Berlutut, berlindung di bawah meja yang kokoh, dan berpegangan pada kaki meja sampai guncangan berhenti. Jika tidak ada meja, lindungi kepala dan leher dengan lengan, jauhi kaca, lemari, dan benda yang bisa jatuh. Jangan berlari keluar saat guncangan masih kuat: banyak korban terluka karena tertimpa benda saat berlari atau di tangga. Jangan menggunakan lift. Jika di luar ruangan: menjauh dari gedung, tiang listrik, pohon, dan papan reklame. Jika sedang berkendara: menepi di tempat aman, jauh dari jembatan dan jalan layang, dan tetap di dalam kendaraan sampai guncangan berhenti. Setelah guncangan berhenti Keluar dengan tenang menuju tempat terbuka, waspadai gempa susulan. Periksa luka diri sendiri dan orang di sekitarmu. Jika tercium bau gas, jangan menyalakan api atau sakelar listrik. Ikuti informasi resmi dari BMKG dan BPBD setempat. Aplikasi resmi BMKG memberikan informasi gempa dan peringatan dini tsunami. Jangan menyebarkan kabar bohong (hoaks) tentang "gempa susulan yang lebih besar pada jam tertentu": gempa tidak bisa diprediksi waktunya. Tsunami Jika kamu berada di pantai dan merasakan gempa yang kuat atau lama sehingga sulit berdiri, atau melihat air laut surut tiba-tiba, segera menjauh dari pantai ke tempat tinggi tanpa menunggu peringatan resmi. Ikuti jalur evakuasi tsunami jika ada rambunya. Pergilah sejauh dan setinggi mungkin, atau naik ke lantai atas bangunan beton yang kokoh jika tidak sempat. Jangan kembali ke pantai sampai ada pernyataan aman dari pihak berwenang: tsunami bisa datang dalam beberapa gelombang. Tas siaga bencana Siapkan satu tas di tempat yang mudah dijangkau, berisi: Air minum dan makanan tahan lama untuk sekitar tiga hari. Senter, baterai cadangan, dan power bank. Kotak P3K dan obat-obatan pribadi. Salinan dokumen penting (KTP, KK, akta, polis asuransi) dalam plastik kedap air, atau simpan secara digital. Uang tunai secukupnya, peluit, masker, pakaian ganti, dan selimut tipis. Kebutuhan khusus bayi, lansia, atau hewan peliharaan. Siapkan rumah dan keluarga Ikat lemari tinggi dan rak ke dinding, letakkan barang berat di rak bawah. Sepakati titik kumpul keluarga dan cara saling menghubungi jika sinyal terputus. Kenali jalur evakuasi di sekolah, kantor, dan lingkungan rumah. Ikuti simulasi bencana jika diadakan di lingkunganmu. Latihan membuat reaksi menjadi otomatis saat panik.

Comments (0)