Waspada file APK di WhatsApp: modus undangan, foto paket dan tagihan palsu, dan apa yang harus dilakukan kalau terlanjur dipasang

TUREFF• •0
Beberapa tahun terakhir, banyak orang di Indonesia kehilangan uang di rekening setelah membuka file kiriman di WhatsApp. Filenya terlihat seperti undangan pernikahan, foto paket dari kurir, surat tilang, atau tagihan. Padahal itu adalah aplikasi berbahaya berformat APK yang bisa membaca SMS, termasuk kode OTP dari bank. Bagaimana modusnya Penipu mengirim pesan yang terlihat wajar: "Ini undangan pernikahan kami", "Paket Anda tertahan, cek foto resinya", atau "Surat tagihan bulan ini". Lampirannya berakhiran .apk, kadang dengan nama seperti "Surat Undangan" atau "Lihat Foto Paket". Ketika dibuka, ponsel meminta izin memasang aplikasi dari sumber tidak dikenal. Kalau disetujui, aplikasi itu terpasang diam-diam dan meminta izin membaca SMS atau notifikasi. Dengan akses itu, penipu bisa menangkap OTP, mengambil alih akun WhatsApp atau m-banking, lalu menguras rekening dan menyebarkan file yang sama ke kontak korban. Cara mengenali Undangan, foto, dan dokumen asli tidak pernah berupa file .apk. Foto berformat .jpg atau .png, dokumen biasanya .pdf. Kurir, bank, PLN, atau kepolisian tidak mengirim aplikasi lewat WhatsApp. Pesan sering dikirim dari nomor tak dikenal, atau dari nomor teman yang akunnya sudah dibajak. Ada desakan: "segera cek", "paket akan dikembalikan", "denda bertambah". Pencegahan Jangan pernah memasang file APK dari chat. Pasang aplikasi hanya dari Google Play Store. Pastikan izin "Instal aplikasi tidak dikenal" tidak aktif untuk WhatsApp, browser, dan aplikasi lain. Aktifkan Google Play Protect. Aktifkan verifikasi dua langkah di WhatsApp (Setelan, Akun, Verifikasi dua langkah) dengan PIN yang hanya kamu tahu. Jangan pernah memberi tahu kode OTP kepada siapa pun, termasuk yang mengaku petugas bank. Ajari orang tua dan kerabat yang lebih tua: mereka paling sering menjadi sasaran. Kalau terlanjur memasang Bertindaklah cepat. Urutannya kira-kira begini: 1. Aktifkan mode pesawat atau matikan data dan Wi-Fi, agar aplikasi tidak bisa mengirim data. 2. Hubungi bank melalui nomor resmi di kartu atau situs bank (dari ponsel lain bila perlu) dan minta blokir sementara rekening atau akses m-banking. 3. Hapus aplikasi mencurigakan di Setelan, Aplikasi. Kalau tidak bisa dihapus, cabut dulu izin administratornya. 4. Ganti PIN dan kata sandi m-banking, email, dan media sosial dari perangkat yang aman. 5. Beri tahu kontak bahwa akunmu mungkin disalahgunakan, agar mereka tidak membuka file atau mengirim uang. 6. Bila ragu ponsel masih aman, cadangkan data penting lalu lakukan reset pabrik. Melapor Laporkan kejadian ke bank secepat mungkin, dan buat laporan ke kepolisian dengan bukti tangkapan layar, nomor pengirim, dan mutasi rekening. Nomor penipu juga bisa dilaporkan lewat kanal pengaduan resmi pemerintah. Semakin cepat dilaporkan, semakin besar peluang dana yang belum dicairkan bisa ditahan.

Comments (0)