Cara merawat ikan cupang untuk pemula: ukuran wadah, ganti air, makanan, dan tanda cupang sakit
TUREFF• •0
«Cara merawat ikan cupang» adalah salah satu pencarian hobi ikan yang paling populer di Indonesia. Cupang (Betta splendens) memang cantik dan murah, tapi sering dipelihara di gelas kecil sampai cepat mati. Dengan beberapa kebiasaan sederhana, cupang bisa hidup dua sampai tiga tahun atau lebih.
Kenapa cupang bisa hidup di wadah kecil
Cupang punya organ labirin yang membuatnya bisa mengambil udara langsung dari permukaan air. Karena itu cupang tahan di air yang miskin oksigen. Tapi tahan bukan berarti sehat: kotoran dan sisa pakan tetap meracuni air, apalagi di wadah kecil.
Wadah
1. Makin besar makin stabil. Toples atau akuarium minimal sekitar 5 liter jauh lebih baik daripada gelas plastik dari toko.
2. Beri tutup yang berlubang atau celah. Cupang bisa melompat, dan udara di atas air sebaiknya hangat.
3. Jangan taruh dua cupang jantan dalam satu wadah. Mereka akan bertarung sampai luka parah. Sekat bisa dipakai, tapi pastikan rapat.
4. Hiasan sebaiknya halus. Sirip cupang mudah robek oleh hiasan plastik yang tajam. Tanaman hidup seperti anubias atau daun ketapang kering bagus untuk tempat bersembunyi.
Air
1. Air keran atau PAM mengandung kaporit. Endapkan dalam ember terbuka satu sampai dua hari, atau gunakan anti-kaporit (water conditioner).
2. Air sumur juga bisa, asal jernih dan tidak berbau.
3. Daun ketapang kering membuat air sedikit kecokelatan dan sedikit asam, disukai cupang, dan sering dipakai peternak untuk menjaga kesehatan sirip.
4. Suhu ideal sekitar 26 sampai 30 °C, sesuai suhu ruang di sebagian besar Indonesia. Di daerah dingin seperti dataran tinggi, pertimbangkan pemanas kecil.
5. Hindari perubahan suhu mendadak. Saat ganti air, pastikan suhu air baru hampir sama.
Ganti air
1. Wadah kecil tanpa filter: ganti 30 sampai 50 persen air setiap dua sampai tiga hari, dan sedot kotoran di dasar.
2. Akuarium berfilter: ganti 20 sampai 30 persen seminggu sekali.
3. Jangan mengganti seluruh air sekaligus setiap hari dan jangan mencuci wadah dengan sabun.
Makanan
1. Pelet khusus cupang, cacing beku, kutu air (daphnia), atau jentik nyamuk yang bersih.
2. Beri dua kali sehari, sekitar dua sampai empat butir pelet sekali makan. Perut cupang kira-kira sebesar matanya.
3. Angkat sisa makanan yang tidak dimakan setelah beberapa menit.
4. Puasa satu hari seminggu baik untuk pencernaan.
5. Memberi makan terlalu banyak adalah penyebab paling umum air cepat keruh dan cupang kembung.
Tanda cupang sehat dan sakit
1. Sehat: warna cerah, sirip terbuka, aktif berenang, mau makan, sering membuat gelembung busa di permukaan (tanda jantan siap kawin, bukan tanda sakit).
2. Sirip robek atau menipis di ujung (busuk sirip): perbaiki kualitas air, ganti air lebih sering, tambahkan daun ketapang.
3. Bintik putih seperti garam di badan (white spot): butuh obat khusus dari toko ikan; ikuti dosisnya.
4. Badan membengkak dengan sisik berdiri seperti buah pinus: dropsy, biasanya serius. Pisahkan ikan dan konsultasikan ke penjual ikan berpengalaman.
5. Diam di dasar, warna pucat, tidak mau makan: cek air dan suhu terlebih dahulu.
Karantina ikan baru
Sebelum mencampur ikan baru ke akuarium yang sudah ada, karantina sekitar satu sampai dua minggu di wadah terpisah. Cupang betina bisa dipelihara berkelompok di akuarium besar dengan banyak tempat sembunyi, tapi tetap perhatikan jika ada yang terlalu agresif.
Foto: da nokkaew, CC BY 2.0 (https://creativecommons.org/licenses/by/2.0/) — sumber: https://www.flickr.com/photos/117868623@N02/32202370784