Belajar menyulam tangan untuk pemula: memilih ram, benang, dan jarum, cara memindahkan pola, dan enam tusuk dasar
TUREFF• •0
Menyulam adalah kerajinan tangan yang menenangkan dan murah untuk dimulai. Dengan sehelai kain, benang, dan jarum, kamu bisa menghias kaus, tote bag, saputangan, atau membuat hiasan dinding dalam ram bulat. Indonesia juga punya tradisi sulaman yang kaya, seperti kerancang dan sulam usus, yang bisa jadi inspirasi.
Alat dan bahan
Ram sulam (pemidangan): lingkaran kayu atau plastik untuk menegangkan kain. Ukuran 15 sampai 20 cm cocok untuk pemula.
Kain: katun atau linen dengan tenunan rapat namun tidak terlalu tebal. Hindari kain yang terlalu elastis di awal.
Benang sulam: biasanya terdiri dari enam helai yang bisa dipisah. Untuk garis halus, pakai dua sampai tiga helai.
Jarum sulam: lubangnya panjang agar mudah dimasuki benang.
Gunting kecil yang tajam.
Pensil kain atau pulpen yang hilang dengan air atau panas.
Memindahkan pola
Jiplak: tempelkan pola di jendela yang terang atau di atas layar ponsel dengan kecerahan tinggi, letakkan kain di atasnya, lalu jiplak dengan pensil kain.
Kertas karbon jahit untuk kain yang lebih tebal.
Stabilizer larut air: pola dicetak atau digambar di lembar khusus, ditempel di kain, lalu dilarutkan setelah selesai menyulam.
Memasang kain di ram
Longgarkan sekrup ram, letakkan kain di atas lingkaran dalam, tekan lingkaran luar, lalu kencangkan. Tarik kain perlahan sampai tegang seperti kulit kendang, tanpa merusak bentuk pola.
Enam tusuk dasar
Tusuk jelujur: tusuk paling sederhana, keluar masuk kain dengan jarak yang sama.
Tusuk tikam jejak (backstitch): untuk garis yang rapat dan rapi, sangat cocok untuk tulisan dan garis luar.
Tusuk batang (stem stitch): menghasilkan garis seperti tali, bagus untuk batang bunga.
Tusuk rantai: membentuk rangkaian lingkaran seperti mata rantai.
Tusuk pipih (satin stitch): tusukan rapat berdampingan untuk mengisi bidang, misalnya kelopak bunga.
French knot: simpul kecil untuk titik, mata, atau bunga mungil.
Latih setiap tusuk di kain sisa sebelum memulai proyek.
Tips agar rapi
Gunakan benang sepanjang kurang lebih sepanjang lengan. Benang yang terlalu panjang mudah kusut.
Jangan menarik benang terlalu kencang agar kain tidak mengerut.
Untuk mengawali dan mengakhiri, selipkan ujung benang di balik tusukan yang sudah ada.
Cuci tangan sebelum menyulam agar kain dan benang tetap bersih.
Setelah selesai
Hapus bekas pola sesuai jenis pensil atau stabilizer. Setrika dari bagian belakang dengan alas handuk agar sulaman tidak gepeng. Hasilnya bisa dibingkai di ram, dijahit menjadi bantal kecil, atau dipakai menghias pakaian.
Mulailah dari pola sederhana seperti bunga kecil atau tulisan pendek. Dalam beberapa proyek, tanganmu akan makin luwes dan tusukanmu makin rapi.