Belajar freediving di Indonesia: kursus pertama, teknik napas dan ekualisasi, risiko blackout, dan aturan tidak pernah menyelam sendirian

TUREFF• •0
Indonesia punya laut yang jernih dan kaya kehidupan, dari Bali dan Lombok sampai Sulawesi dan Papua. Tak heran freediving, menyelam dengan satu tarikan napas tanpa tabung, makin digemari. Olahraga ini terasa tenang dan bebas, tetapi juga punya risiko serius bila dilakukan tanpa pengetahuan yang benar. Mulai dengan kursus Ikut kursus freediving tingkat pemula dari organisasi yang diakui, misalnya AIDA, SSI, PADI, atau Molchanovs. Banyak sekolah freediving di Bali, Gili, dan destinasi lain. Kursus pertama biasanya berlangsung dua sampai tiga hari, berisi teori, latihan napas di kolam atau air tenang, dan penyelaman di laut sampai kedalaman sekitar 10 sampai 20 meter tergantung tingkatannya. Instruktur akan mengajarkan teknik penyelamatan, yang menjadi bagian terpenting dari freediving. Kesehatan Sebelum kursus kamu akan mengisi formulir kesehatan. Penyakit jantung, epilepsi, masalah paru-paru, atau masalah telinga dan sinus perlu dikonsultasikan dengan dokter. Jangan freediving saat flu atau hidung tersumbat, karena ekualisasi akan sulit dan bisa melukai telinga. Teknik napas Freediving bukan soal menarik napas sebanyak-banyaknya dengan cepat. Sebelum menyelam, freediver bernapas dengan tenang dan perlahan untuk menurunkan detak jantung dan mengurangi ketegangan. Jangan melakukan hiperventilasi, yaitu bernapas cepat dan dalam berkali-kali. Ini menurunkan kadar karbon dioksida, sehingga dorongan untuk bernapas datang terlambat, dan meningkatkan risiko pingsan di dalam air. Relaksasi adalah kunci. Tubuh yang tegang memakai lebih banyak oksigen. Ekualisasi Seperti menyelam dengan tabung, tekanan di telinga harus disamakan saat turun. Freediver biasanya belajar teknik Frenzel, yang lebih efisien saat kepala menghadap ke bawah. Lakukan ekualisasi sejak awal dan berulang kali. Kalau terasa sakit, berhenti turun. Bahaya blackout Blackout atau pingsan karena kekurangan oksigen bisa terjadi tanpa tanda peringatan, sering di dekat permukaan saat naik atau sesaat setelah sampai di permukaan. Inilah sebabnya aturan nomor satu freediving adalah: jangan pernah menyelam sendirian. Selalu menyelam dengan buddy yang terlatih. Satu orang menyelam, satu orang mengawasi dari permukaan dan siap menolong. Buddy mengawasi setidaknya selama beberapa puluh detik setelah penyelam sampai di permukaan. Jangan memaksakan diri mengejar kedalaman atau waktu tahan napas. Naikkan target secara bertahap. Perlengkapan Masker bervolume kecil, snorkel, fins panjang atau fins biasa untuk pemula. Wetsuit, meski di air hangat, untuk perlindungan dan daya apung. Pemberat yang disesuaikan oleh instruktur. Pelampung atau tanda permukaan, terutama di perairan dengan lalu lintas kapal. Menjaga laut Jangan menyentuh karang atau menginjaknya. Jangan memberi makan ikan. Hormati aturan kawasan konservasi dan pemandu setempat. Banyak terumbu karang di Indonesia sedang terancam; setiap penyelam bisa membantu menjaganya.

Comments (0)