Belajar membuat gerabah dan keramik: dari sentra seperti Kasongan dan Plered, teknik pinch dan putar, sampai proses pembakaran

TUREFF• •0
Indonesia punya tradisi gerabah yang panjang. Sentra kerajinan seperti Kasongan di Bantul, Yogyakarta, dan Plered di Purwakarta, Jawa Barat, sudah menghasilkan gerabah selama turun-temurun. Kini, kelas keramik juga bermunculan di kota-kota besar dan menjadi hobi favorit untuk mengisi akhir pekan. Mencoba di sentra gerabah atau studio Banyak sentra gerabah menawarkan pengalaman membuat gerabah langsung dengan perajin, cocok untuk wisata keluarga. Studio keramik di kota menawarkan kelas sekali datang maupun kursus berkala. Biasanya bahan, alat, dan pembakaran sudah termasuk. Mencoba dulu di kelas adalah cara terbaik sebelum membeli alat sendiri, karena tungku pembakaran mahal dan butuh tempat khusus. Mengenal tanah liat Tanah liat gerabah (terakota): dibakar pada suhu relatif rendah, warnanya kemerahan, dan masih berpori. Stoneware: dibakar pada suhu lebih tinggi, lebih kuat dan kedap air setelah diglasir. Porselen: halus dan putih, tetapi lebih sulit dibentuk. Pemula biasanya memakai tanah liat yang disediakan studio. Teknik dasar membentuk Pinch pot: menekan bola tanah liat dengan ibu jari dan memijat dindingnya sedikit demi sedikit sampai menjadi mangkuk kecil. Teknik paling sederhana. Coil atau pilin: membuat gulungan tanah liat panjang lalu menyusunnya melingkar ke atas, dirapikan sampai menjadi bentuk yang diinginkan. Slab atau lempengan: menggilas tanah liat menjadi lembaran, lalu dipotong dan disambung menjadi kotak, piring, atau vas. Putaran (meja putar): membentuk di atas meja putar. Butuh latihan, terutama untuk memusatkan tanah liat di tengah atau centering. Dari bentuk mentah sampai jadi 1. Membentuk: membuat bentuk dasar dengan salah satu teknik di atas. 2. Pengeringan setengah kering: pada tahap ini benda bisa dirapikan, dihaluskan, dan diberi pegangan. 3. Pengeringan penuh: benda dikeringkan perlahan di tempat teduh agar tidak retak. 4. Pembakaran pertama (biskuit): tanah liat berubah menjadi keramik yang keras. 5. Glasir: lapisan seperti kaca dioleskan atau dicelupkan. 6. Pembakaran glasir: glasir meleleh dan membentuk lapisan mengilap. Seluruh proses bisa memakan waktu beberapa minggu, jadi hasil kelas biasanya diambil belakangan. Tips untuk pemula Jaga ketebalan dinding tetap rata. Bagian yang terlalu tebal mudah retak atau pecah saat dibakar. Sambungan antarbagian harus digores dan diberi lumpur tanah liat agar menempel kuat. Jangan biarkan udara terperangkap di dalam tanah liat; uleni dulu sebelum dipakai. Bersabarlah dengan meja putar. Hampir semua orang gagal berkali-kali sebelum berhasil membuat mangkuk pertama. Keamanan Debu tanah liat kering dan glasir tidak baik untuk paru-paru. Bersihkan meja dengan kain basah, bukan disapu kering. Gunakan glasir yang aman untuk makanan bila benda akan dipakai sebagai alat makan, dan ikuti petunjuk studio. Membuat gerabah bukan hanya soal hasil, tetapi juga proses: merasakan tanah liat di tangan dan belajar bersabar.

Comments (0)