Bermain angklung: cara memegang dan menggetarkan, satu orang satu nada, membaca notasi angka, angklung Saung Udjo, dan merawat bambu
TUREFF• •0
Angklung adalah alat musik bambu dari Jawa Barat yang dimainkan dengan cara digoyangkan. Satu angklung hanya menghasilkan satu nada, sehingga sebuah lagu baru bisa terdengar utuh jika dimainkan bersama-sama. Karena itulah angklung sering disebut alat musik kebersamaan. UNESCO menetapkan angklung Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan pada tahun 2010. Panduan ini membantu siapa saja yang ingin mulai bermain.
Mengenal angklung
Satu angklung terdiri dari dua atau tiga tabung bambu yang dipasang pada rangka bambu. Tabung-tabung itu disetel sehingga berbunyi pada nada yang sama dalam oktaf yang berbeda.
Saat rangka digoyangkan, tabung membentur rangka dan menghasilkan bunyi.
Angklung tradisional Sunda menggunakan tangga nada pentatonis. Pada abad ke-20, Daeng Soetigna mengembangkan angklung bernada diatonis, sehingga angklung bisa memainkan lagu-lagu populer dan musik dari berbagai negara.
Ada juga angklung melodi dan angklung akompanyemen yang memainkan akor untuk mengiringi.
Cara memegang dan memainkan
Tangan kiri memegang rangka bagian atas, sehingga angklung tergantung tegak di depan badan, sedikit menjauh dari tubuh.
Tangan kanan memegang tabung dasar atau bagian bawah rangka.
Teknik dasar adalah kurulung: tangan kanan menggoyangkan angklung ke kiri dan ke kanan dengan cepat dan teratur, sehingga bunyi terdengar panjang dan bergetar.
Centok: angklung dipukul atau disentil sekali sehingga menghasilkan bunyi pendek.
Tengkep: salah satu tabung ditahan dengan jari sehingga bunyinya lebih lembut.
Gerakan berasal dari pergelangan tangan, bukan dari seluruh lengan. Bahu tetap rileks.
Satu orang, satu nada
Dalam permainan kelompok, setiap pemain biasanya memegang satu atau dua angklung dengan nada tertentu.
Pemain harus memperhatikan kapan nadanya muncul dalam lagu dan berbunyi tepat pada waktunya.
Seorang pemimpin atau dirigen memberi aba-aba, sering dengan menunjuk notasi atau memberi isyarat tangan.
Kunci keberhasilan adalah mendengarkan teman-teman, bukan hanya diri sendiri.
Membaca notasi
Notasi yang paling sering dipakai adalah notasi angka: 1 do, 2 re, 3 mi, 4 fa, 5 sol, 6 la, 7 si.
Titik di atas atau di bawah angka menunjukkan oktaf yang lebih tinggi atau lebih rendah.
Setiap angklung biasanya diberi label angka dan tanda oktaf, sehingga pemain mudah mengenali nadanya.
Belajar dan menonton
Banyak sekolah memiliki ekstrakurikuler angklung, dan angklung juga sering dimainkan di acara kantor dan kegiatan kebersamaan.
Saung Angklung Udjo di Bandung adalah tempat terkenal untuk menonton pertunjukan angklung dan ikut bermain bersama penonton lain. Pertunjukan biasanya diadakan setiap hari; periksa jadwal sebelum datang.
Berbagai sanggar dan komunitas budaya Sunda juga membuka kelas untuk pemula.
Merawat angklung
Simpan angklung di tempat kering dan berventilasi baik, jauh dari sinar matahari langsung dan tidak di tempat yang terlalu lembap. Bambu bisa berjamur atau retak.
Gantung angklung atau letakkan berdiri di rak khusus, jangan ditumpuk sembarangan.
Bersihkan dari debu dengan kain kering.
Jika nada berubah atau tabung retak, bawa ke perajin angklung untuk disetel atau diperbaiki. Jangan mencoba menyerut tabung sendiri tanpa pengalaman.
Hindari menjatuhkan atau membenturkan angklung.
Angklung untuk semua
Angklung bisa dimainkan oleh siapa saja, dari anak-anak hingga lansia, bahkan oleh orang yang belum pernah belajar musik. Dalam beberapa menit, sekelompok orang yang tidak saling kenal bisa memainkan satu lagu bersama. Itulah keajaiban angklung.