Pulau Bangka: pantai granit Parai Tenggiri, Danau Kaolin, Muntok dan Menumbing, mi Bangka dan sejarah timah

TUREFF• •0
Pulau Bangka di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dikenal dengan pantai berpasir putih yang dihiasi batu granit raksasa, sejarah panjang penambangan timah, dan kuliner perpaduan Melayu dan Tionghoa. Pangkalpinang, ibu kota provinsi, menjadi pintu masuk utama. Cara ke sana Terbang ke Bandara Depati Amir di Pangkalpinang dari Jakarta dan kota lain, sekitar satu jam dari Jakarta. Kapal dari Palembang ke Muntok, atau kapal cepat dari Tanjung Pandan (Belitung) ke Pangkalpinang dengan jadwal tertentu. Di pulau ini, kendaraan sewaan adalah cara paling praktis untuk berkeliling. Pantai Pantai Parai Tenggiri dan Pantai Tanjung Pesona di Sungailiat, dengan batu granit besar dan air tenang. Pantai Matras dan Pantai Tikus, populer untuk menikmati matahari terbenam. Bawa tabir surya dan air minum; beberapa pantai cukup jauh dari warung. Danau Kaolin Bekas tambang kaolin yang kini berisi air biru kehijauan dan tepian putih, menjadi lokasi foto yang terkenal. Jangan berenang di danau bekas tambang; kedalaman dan kondisi airnya tidak aman. Muntok dan Bukit Menumbing Muntok, kota tua di ujung barat, memiliki mercusuar Tanjung Kalian dan bangunan bersejarah. Pesanggrahan Menumbing di atas bukit, tempat Bung Karno dan tokoh-tokoh bangsa pernah diasingkan pada masa revolusi, kini menjadi tempat bersejarah. Sejarah timah Bangka dikenal sebagai penghasil timah sejak lama. Museum Timah Indonesia di Pangkalpinang menceritakan sejarah penambangan dan kehidupan para penambang. Kuliner Mi Bangka, otak-otak, martabak Bangka, lempah kuning, kemplang, dan kopi dari kedai-kedai tua. Klenteng dan kelenteng tua menunjukkan jejak budaya Tionghoa yang kuat di pulau ini. Tips Musim kemarau, kira-kira April hingga September, cocok untuk ke pantai. Hormati tempat ibadah dan berpakaian sopan di klenteng dan masjid.

Comments (0)