Bika Ambon khas Medan: kue bersarang dari tepung tapioka, santan, kuning telur dan ragi, serta tips berhasil
TUREFF• •0
Bika Ambon adalah kue khas Medan, Sumatera Utara, meskipun namanya menyebut Ambon. Teksturnya kenyal dengan rongga-rongga memanjang seperti sarang, berwarna kuning cerah dengan bagian bawah kecokelatan, dan beraroma daun jeruk, serai, dan pandan. Kawasan Jalan Mojopahit di Medan terkenal dengan deretan toko bika ambon yang menjadi tujuan oleh-oleh.
Bahan (loyang 22 x 22 cm)
200 ml santan kental;
3 lembar daun jeruk, 1 batang serai, 2 lembar daun pandan;
125 g tepung tapioka;
1 sendok teh ragi instan;
50 ml air hangat;
1 sendok teh gula untuk biang;
8 kuning telur dan 2 butir telur utuh;
200 g gula pasir;
sedikit garam.
Biang
Campur ragi, sedikit gula, sedikit tapioka, dan air hangat. Diamkan sekitar 15 menit hingga berbuih. Jika tidak berbuih, ragi sudah mati dan harus diganti.
Santan berbumbu
Rebus santan dengan daun jeruk, serai, pandan, dan garam sampai mendidih sambil diaduk, lalu dinginkan sampai hangat kuku. Saring.
Adonan
Kocok telur dan gula sampai gula larut, tidak perlu mengembang.
Masukkan tapioka, biang, dan santan hangat. Aduk rata dan saring.
Tutup dan diamkan dua sampai tiga jam, hingga permukaannya berbuih banyak. Ini kunci terbentuknya sarang.
Memanggang
Panaskan oven sekitar 175 °C dengan api bawah lebih dulu. Panaskan loyang yang sudah diolesi minyak.
Tuang adonan tanpa diaduk lagi.
Panggang dengan api bawah sampai sarang terbentuk dan permukaan kering, sekitar 40 sampai 50 menit, lalu nyalakan api atas sebentar untuk mewarnai permukaan.
Tips
Santan jangan terlalu panas saat dicampur, agar ragi tidak mati.
Jangan membuka oven di awal pemanggangan.
Bika ambon paling enak dimakan dalam dua sampai tiga hari, simpan dalam wadah tertutup.
Membeli di Medan
Toko-toko di Jalan Mojopahit menjual berbagai rasa, dari original, pandan, durian, hingga keju. Banyak toko mengemas khusus untuk dibawa naik pesawat.