Pulau Bintan di Kepulauan Riau: Tanjung Pinang, Pulau Penyengat, pantai Trikora, Lagoi, dan feri dari Batam
TUREFF• •0
Pulau Bintan di Provinsi Kepulauan Riau adalah salah satu pulau terbesar di gugusan Riau, tidak jauh dari Batam dan Singapura. Di sini ada Tanjung Pinang, ibu kota provinsi dengan jejak sejarah Kesultanan Riau-Lingga; pantai-pantai berpasir putih di pesisir timur; dan kawasan resor Lagoi di utara yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara.
Cara ke sana
Pesawat ke Bandara Raja Haji Fisabilillah di Tanjung Pinang dari Jakarta dan beberapa kota lain.
Feri dari Batam (Pelabuhan Punggur ke Tanjung Pinang) sekitar satu jam.
Dari Singapura, feri berangkat dari Tanah Merah ke Bandar Bentan Telani (Lagoi) dan ke Tanjung Pinang.
Di pulau, transportasi paling praktis adalah sewa mobil atau motor; jarak antarobjek cukup jauh.
Tanjung Pinang dan Pulau Penyengat
Tanjung Pinang punya pelabuhan, pasar dan kuliner yang ramai, juga Vihara Ksitigarbha Bodhisattva (Patung Seribu) di pinggiran kota.
Pulau Penyengat, sekitar 15 menit naik pompong dari Tanjung Pinang, adalah pusat sejarah Melayu. Di sana berdiri Masjid Raya Sultan Riau yang berwarna kuning, makam raja-raja dan makam Raja Ali Haji, pengarang Gurindam Dua Belas.
Pantai dan alam
Pantai Trikora di pesisir timur: pantai panjang dengan batu granit dan air dangkal yang tenang.
Kawasan Lagoi di utara dengan resor, lapangan golf dan pantai berpasir putih.
Gurun Pasir Busung, bekas tambang pasir dengan danau biru, populer untuk berfoto.
Mangrove di Sungai Sebung, dengan tur perahu untuk melihat kunang-kunang pada malam hari.
Kuliner
Otak-otak Bintan yang dibakar dalam daun kelapa, gonggong (siput laut khas Kepri), mi lendir, luti gendang dan aneka seafood.
Tips
Musim angin utara, kira-kira November sampai Februari, membuat laut di pesisir timur lebih berombak.
Jika menyeberang ke Singapura atau sebaliknya, bawa paspor dan cek jadwal feri terbaru.
Bawa uang tunai saat ke Penyengat dan pantai-pantai yang jauh dari kota.