Berkunjung ke Candi Borobudur: tiket dan kuota naik ke struktur candi, sandal upanat, aturan menjaga batu dan relief, sunrise di Punthuk Setumbu, Waisak, dan Prambanan

TUREFF• •0
Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, adalah candi Buddha terbesar di dunia dan Situs Warisan Dunia UNESCO. Dibangun sekitar abad ke-8 sampai ke-9 pada masa Wangsa Syailendra, candi ini memiliki ribuan panel relief dan ratusan arca Buddha. Agar candi tetap lestari, aturan kunjungan kini lebih ketat. Panduan ini membantu merencanakan kunjungan. Struktur candi Borobudur berbentuk punden berundak dengan sepuluh tingkat, yang secara simbolis menggambarkan tiga ranah dalam ajaran Buddha: Kamadhatu, Rupadhatu dan Arupadhatu. Relief di dinding lorongnya menceritakan kisah kehidupan Buddha, Jataka, dan ajaran moral. Pengunjung yang berjalan mengelilingi candi searah jarum jam bisa membaca kisah itu. Di tingkat atas terdapat stupa-stupa berlubang dengan arca Buddha di dalamnya, dan stupa induk di puncaknya. Tiket dan kuota naik candi Sejak 2023, jumlah pengunjung yang boleh naik ke struktur candi dibatasi dengan kuota harian, demi mengurangi keausan batu. Tiket untuk naik ke candi dijual terpisah dari tiket masuk kawasan taman dan biasanya harus dipesan lebih dulu secara daring melalui kanal resmi pengelola. Kunjungan naik candi dilakukan berkelompok dengan pemandu dan dalam jadwal tertentu. Pengunjung yang naik wajib memakai sandal khusus upanat, buatan perajin setempat, yang disediakan pengelola, agar batu candi tidak tergerus alas kaki biasa. Harga, kuota dan jam kunjungan bisa berubah. Selalu periksa informasi terbaru di kanal resmi sebelum berangkat. Tanpa tiket naik candi, kamu tetap bisa menikmati Borobudur dari pelataran dan taman di sekitarnya. Aturan menjaga candi Jangan memanjat stupa, arca atau dinding candi. Jangan menyentuh, duduk di atas atau bersandar pada relief dan arca. Jangan merokok, membawa makanan ke atas candi atau membuang sampah. Jangan mencorat-coret atau mengambil batu dan pasir. Ikuti jalur dan arahan petugas serta pemandu. Berpakaian sopan, karena Borobudur juga tempat ibadah umat Buddha. Sunrise dan pemandangan Bukit Punthuk Setumbu dan sekitarnya terkenal sebagai tempat menikmati matahari terbit dengan siluet Borobudur di tengah kabut dan latar Gunung Merapi dan Merbabu. Berangkat sebelum subuh dan bawa senter serta jaket. Desa-desa di sekitar Borobudur menawarkan wisata naik andong, sepeda, VW, kerajinan gerabah, dan homestay. Waisak Setiap tahun, umat Buddha merayakan Waisak dengan prosesi dari Candi Mendut melewati Candi Pawon menuju Borobudur. Ini adalah upacara keagamaan, bukan atraksi wisata. Jika ingin menyaksikan, ikuti aturan panitia, jangan menghalangi umat yang beribadah, dan hormati suasana khidmat. Pelepasan lampion, bila diadakan, biasanya diatur ketat dan memerlukan izin atau tiket. Sekitar Borobudur Candi Mendut dan Candi Pawon terletak segaris dengan Borobudur dan mudah dikunjungi. Dari Yogyakarta, Borobudur dapat ditempuh sekitar satu sampai dua jam perjalanan. Banyak wisatawan menggabungkannya dengan kunjungan ke Candi Prambanan, kompleks candi Hindu yang juga Warisan Dunia. Persiapan Datang pagi untuk menghindari panas dan keramaian. Bawa topi, air minum, tabir surya dan sepatu nyaman. Saat musim hujan, siapkan payung atau jas hujan.

Comments (0)