Cara membersihkan karang gigi: kenapa harus ke dokter gigi, scaling, BPJS, dan cara mencegah karang gigi

TUREFF• •0
«Cara membersihkan karang gigi» banyak dicari karena karang gigi terlihat jelas: kerak kuning atau cokelat di dekat gusi, terutama di belakang gigi depan bawah. Karang gigi (kalkulus) adalah plak yang sudah mengeras karena mineral dari air liur. Masalahnya, setelah mengeras ia tidak bisa lagi dibersihkan dengan sikat gigi biasa. Kenapa karang gigi perlu dibersihkan Karang gigi kasar sehingga plak dan bakteri makin mudah menempel. Akibatnya gusi bengkak dan mudah berdarah (gingivitis), bau mulut, dan bila dibiarkan bertahun-tahun bisa menjadi periodontitis: gusi turun, tulang penyangga rusak, dan gigi goyang. Membersihkan sendiri di rumah? Hati-hati Banyak video menyarankan mengerok karang gigi sendiri dengan alat logam, atau menggosok dengan soda kue, cuka, atau kulit jeruk. Cara ini tidak dianjurkan: 1. Alat tajam bisa melukai gusi dan email gigi. 2. Cuka dan asam jeruk mengikis email. 3. Soda kue hanya mengangkat noda di permukaan, bukan karang yang keras dan yang ada di bawah gusi. Karang gigi yang sudah terbentuk sebaiknya dibersihkan oleh dokter gigi. Scaling di dokter gigi Scaling adalah pembersihan karang gigi dengan alat ultrasonik yang bergetar dan menyemprotkan air, lalu dirapikan dengan alat tangan. Biasanya 30 sampai 60 menit, kadang terasa ngilu tapi umumnya tidak perlu bius. Setelah itu gigi dipoles. Gusi bisa sedikit berdarah dan gigi terasa ngilu satu dua hari; itu normal. Apakah ditanggung BPJS? Pembersihan karang gigi termasuk layanan gigi yang ditanggung BPJS Kesehatan di faskes tingkat pertama yang punya layanan dokter gigi, dengan batas frekuensi tertentu. Daftarkan diri di puskesmas atau klinik tempat Anda terdaftar, dan tanyakan ketentuan terbarunya di sana atau lewat aplikasi Mobile JKN. Di klinik swasta biayanya bervariasi; tanyakan dulu sebelum tindakan. Seberapa sering? Umumnya dokter gigi menyarankan pemeriksaan dan pembersihan setiap 6 bulan sekali. Orang yang cepat membentuk karang gigi, perokok, atau penderita diabetes mungkin perlu lebih sering. Cara mencegah karang gigi 1. Sikat gigi dua kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur, selama dua menit, dengan pasta gigi berfluoride. 2. Sikat dengan sudut 45 derajat ke arah gusi, karena plak paling banyak menumpuk di batas gigi dan gusi. 3. Bersihkan sela gigi setiap hari dengan benang gigi atau sikat sela. 4. Kurangi minuman manis dan camilan di antara waktu makan. 5. Berhenti merokok, karena rokok mempercepat karang gigi dan noda. 6. Minum air putih setelah makan. Segera ke dokter gigi jika Gusi sering berdarah, bengkak dan bernanah, gigi terasa goyang, atau bau mulut tidak hilang walau sudah rajin menyikat gigi.

Comments (0)