Cara menurunkan gula darah: angka normal, pola makan isi piringku, olahraga, berat badan, obat, tanda bahaya

TUREFF• •0
«Cara menurunkan gula darah» termasuk pencarian kesehatan yang paling sering di Indonesia, wajar karena jumlah penderita diabetes terus bertambah. Gula darah tinggi yang dibiarkan bertahun-tahun merusak pembuluh darah, mata, ginjal, saraf dan jantung. Untungnya, perubahan gaya hidup sangat berpengaruh. Berapa angka normal Gula darah puasa: kurang dari 100 mg/dL normal; 100 sampai 125 prediabetes; 126 atau lebih bisa berarti diabetes. Gula darah dua jam setelah makan: kurang dari 140 mg/dL normal. HbA1c (rata-rata gula darah tiga bulan): kurang dari 5,7 persen normal; 6,5 persen atau lebih menunjukkan diabetes. Diagnosis harus ditegakkan oleh dokter dengan pemeriksaan laboratorium, bukan dari satu kali cek alat di rumah. Pola makan Ikuti pedoman «Isi Piringku»: setengah piring sayur dan buah, seperempat makanan pokok, seperempat lauk pauk. Kurangi nasi putih berlebihan; ganti sebagian dengan nasi merah, jagung, ubi atau roti gandum, dan perhatikan porsi. Batasi gula, teh manis, kopi sachet, minuman kemasan, sirup dan kue manis. Minuman manis adalah salah satu penyumbang gula terbesar. Perbanyak serat: sayur, kacang-kacangan, buah utuh (bukan jus). Pilih lauk yang direbus, dikukus atau dipanggang, kurangi gorengan. Makan teratur, jangan melewatkan makan lalu makan berlebihan. Gerak badan Minimal 150 menit seminggu aktivitas sedang, misalnya jalan cepat 30 menit lima kali seminggu. Berjalan 10 sampai 15 menit setelah makan membantu menurunkan lonjakan gula darah. Latihan kekuatan dua kali seminggu. Berat badan, tidur dan stres Turun berat badan 5 sampai 10 persen saja sudah memperbaiki gula darah pada banyak orang. Tidur cukup dan kelola stres. Berhenti merokok. Obat Jika dokter meresepkan obat atau insulin, minum sesuai anjuran dan jangan berhenti sendiri meskipun merasa sehat. Hati-hati dengan jamu atau suplemen yang mengaku «menyembuhkan diabetes»; sebagian berbahaya atau berinteraksi dengan obat. Diskusikan dulu dengan dokter. Periksa kaki setiap hari, mata dan ginjal secara berkala. Pemeriksaan dan layanan Peserta BPJS Kesehatan bisa memeriksa gula darah dan mendapat obat rutin di puskesmas atau faskes pertama, termasuk melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Program Cek Kesehatan Gratis juga menyediakan pemeriksaan gula darah; tanyakan di puskesmas. Tanda bahaya Gula darah rendah (hipoglikemia), terutama pada pemakai insulin atau obat tertentu: gemetar, keringat dingin, lemas, jantung berdebar, bingung. Segera minum atau makan yang manis, lalu periksa. Gula darah sangat tinggi dengan haus berat, sering kencing, mual, muntah, napas cepat atau penurunan kesadaran: segera ke IGD.

Comments (0)