Cara mencegah diare: cuci tangan pakai sabun, air minum aman, makanan matang, ASI, vaksin rotavirus dan oralit
TUREFF• •0
Diare masih menjadi salah satu penyakit yang paling sering menyerang anak-anak dan orang dewasa di Indonesia, terutama saat musim hujan dan banjir. «Cara mencegah diare» banyak dicari para orang tua. Sebagian besar diare disebabkan kuman dari makanan, minuman, atau tangan yang kotor, sehingga pencegahannya sebenarnya sederhana.
1. Cuci tangan pakai sabun (CTPS)
Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir minimal 20 detik:
1. sebelum makan dan menyiapkan makanan;
2. sebelum menyuapi anak dan menyusui;
3. setelah buang air besar dan setelah membersihkan anak yang buang air;
4. setelah memegang hewan atau sampah.
Ini salah satu cara paling efektif untuk mencegah diare.
2. Air minum yang aman
1. Minum air yang sudah dimasak sampai mendidih, atau air kemasan dan isi ulang yang terpercaya.
2. Simpan air minum dalam wadah bersih dan tertutup.
3. Saat banjir, jangan minum dari sumber yang mungkin tercemar.
4. Hati-hati dengan es batu dari sumber air yang tidak jelas.
3. Makanan bersih dan matang
1. Masak makanan sampai matang, terutama daging, ayam, telur, dan makanan laut.
2. Cuci buah dan sayur dengan air bersih.
3. Simpan makanan matang tertutup dan jangan biarkan di suhu ruang lebih dari dua jam; panaskan kembali sampai benar-benar panas.
4. Pisahkan talenan untuk bahan mentah dan matang.
5. Pilih jajanan yang tempatnya bersih dan dimasak di depan Anda.
4. ASI dan makanan bayi
ASI eksklusif enam bulan melindungi bayi dari diare. Bila memakai susu formula, cuci dan rebus botol, gunakan air matang, dan buat sesuai takaran. Sisa susu formula jangan disimpan terlalu lama.
5. Vaksin rotavirus
Rotavirus adalah penyebab utama diare berat pada bayi dan balita. Vaksin rotavirus sudah masuk program imunisasi pemerintah dan diberikan pada bayi sesuai jadwal di posyandu atau puskesmas. Tanyakan jadwalnya ke petugas kesehatan.
6. Jamban dan lingkungan sehat
Buang air besar di jamban, buang tinja bayi ke jamban, jaga kebersihan rumah dan tempat sampah tertutup, dan kendalikan lalat.
Bila sudah terkena diare
1. Cegah dehidrasi: berikan oralit sesuai aturan setiap kali buang air, atau cairan rumah tangga bila oralit tidak ada.
2. Pada anak, berikan tablet zinc selama 10 hari sesuai anjuran petugas kesehatan.
3. Teruskan ASI dan makan seperti biasa dengan porsi kecil tapi sering.
4. Jangan sembarangan memberi obat antidiare atau antibiotik tanpa resep.
Segera ke puskesmas atau rumah sakit bila
Anak tampak lemas atau mengantuk terus, mata cekung, tidak mau minum atau minum sangat rakus, buang air kecil sedikit, muntah terus, BAB berdarah, demam tinggi, atau diare lebih dari beberapa hari. Bayi dan lansia lebih cepat mengalami dehidrasi.