Cara mengatasi perut kembung: penyebab, makanan pemicu, gerakan dan pijat ringan, obat apotek dan tanda bahaya

TUREFF• •0
Perut terasa penuh, begah, sering bersendawa atau kentut: «cara mengatasi perut kembung» termasuk keluhan kesehatan yang paling banyak dicari di Indonesia. Kembung biasanya terjadi karena gas berlebih di saluran cerna, dan sebagian besar bisa diatasi dengan mengubah kebiasaan makan. Penyebab yang sering terjadi 1. Menelan banyak udara: makan terlalu cepat, mengobrol sambil makan, minum pakai sedotan, mengunyah permen karet, minuman bersoda. 2. Makanan pembentuk gas: kacang-kacangan, kol, brokoli, sawi, ubi, nangka, durian, bawang, dan makanan tinggi serat bila tiba-tiba dimakan banyak. 3. Susu pada orang yang intoleran laktosa. 4. Makanan berlemak dan gorengan yang memperlambat pengosongan lambung. 5. Sembelit. 6. Maag atau asam lambung naik, dan sindrom iritasi usus (IBS). 7. Pada perempuan, menjelang menstruasi. Cara meredakan sekarang 1. Jalan kaki santai 10 sampai 15 menit setelah makan membantu gas bergerak keluar. 2. Pijat perut pelan-pelan searah jarum jam, dari kanan bawah naik, menyeberang ke kiri, lalu turun. 3. Posisi berbaring miring ke kiri atau posisi lutut ditekuk ke dada bisa membantu gas keluar. 4. Minum air hangat atau teh jahe hangat. 5. Kompres hangat di perut. 6. Minyak kayu putih atau minyak telon dioleskan di perut terasa menenangkan, terutama pada anak. Jangan dioleskan pada kulit yang luka. Obat yang dijual bebas Obat yang mengandung simetikon membantu memecah gelembung gas. Antasida membantu bila kembung disertai perih ulu hati. Bacalah aturan pakai dan tanyakan apoteker, terutama bila sedang hamil, menyusui, atau minum obat lain. Kebiasaan agar tidak sering kembung 1. Makan pelan, kunyah sampai halus, dan jangan bicara sambil mengunyah. 2. Makan porsi kecil tapi teratur, jangan langsung berbaring setelah makan. 3. Kurangi minuman bersoda dan permen karet. 4. Kenali makanan pemicu Anda: catat apa yang dimakan sebelum kembung selama satu-dua minggu. 5. Tambahkan serat secara bertahap dan minum air putih cukup agar tidak sembelit. 6. Kalau curiga intoleransi laktosa, coba kurangi susu dan lihat apakah membaik; yogurt biasanya lebih bisa diterima. 7. Kelola stres dan tidur cukup. Segera ke dokter jika 1. Perut kembung disertai nyeri hebat, perut keras dan tegang. 2. Muntah terus-menerus, muntah hijau atau berdarah. 3. Tidak bisa buang angin dan buang air besar sama sekali. 4. BAB berdarah atau hitam, berat badan turun tanpa sebab, atau demam. 5. Kembung terus-menerus selama berminggu-minggu, terutama di atas usia 40 tahun. 6. Pada bayi: perut kembung disertai muntah, tidak mau menyusu, atau rewel terus. Peserta BPJS Kesehatan bisa periksa lebih dulu ke puskesmas atau klinik faskes tingkat pertama.

Comments (0)