Es pisang ijo Makassar: pisang raja dibalut adonan hijau pandan, bubur sumsum, sirup merah dan es serut

TUREFF• •0
Es pisang ijo adalah hidangan penutup khas Makassar, Sulawesi Selatan, yang paling dicari saat bulan puasa untuk berbuka. Pisang raja atau pisang kepok yang matang dibalut adonan tepung berwarna hijau dari daun pandan atau suji, lalu dikukus. Pisang dipotong-potong, disajikan dengan bubur sumsum yang gurih, sirup merah, santan, dan es serut. Bahan (6 porsi) 6 buah pisang raja atau kepok yang matang tapi masih padat; Adonan kulit: 200 g tepung beras; 2 sendok makan tepung sagu atau tapioka; 350 ml santan encer; air daun suji dan pandan (blender 10 lembar daun suji dan 5 lembar pandan dengan sedikit air, lalu saring); 2 sendok makan gula, sejumput garam. Bubur sumsum: 75 g tepung beras, 500 ml santan, 1 lembar daun pandan, ½ sendok teh garam. Pelengkap: sirup merah (sirup pisang ambon atau sirup khas Makassar), susu kental manis bila suka, es serut. Kulit hijau Masak semua bahan kulit di atas api kecil sambil terus diaduk sampai menjadi adonan kental yang bisa dibentuk dan tidak lengket. Biarkan agak dingin. Membalut pisang Kukus pisang sebentar agar tidak mudah patah, kupas. Ambil adonan, pipihkan di atas plastik atau daun pisang yang diolesi minyak, letakkan pisang di atasnya, lalu gulung sampai seluruh pisang tertutup rapat. Bungkus dengan daun pisang dan kukus sekitar 15 sampai 20 menit. Dinginkan. Bubur sumsum Larutkan tepung beras dengan santan, masukkan garam dan daun pandan, masak sambil diaduk sampai kental dan meletup-letup. Penyajian Potong pisang ijo serong setebal 2 cm. Taruh bubur sumsum di mangkuk, susun potongan pisang, beri es serut, siram sirup merah dan, bila suka, susu kental manis. Tips Pilih pisang yang benar-benar matang agar manis, tapi jangan terlalu lembek. Gunakan air suji agar warnanya hijau alami. Pisang ijo yang sudah dikukus bisa disimpan di kulkas satu sampai dua hari. Membeli di Makassar Banyak warung dan kedai menjual es pisang ijo, terutama di sekitar Pantai Losari dan saat bulan Ramadan, ketika penjual musiman muncul di banyak sudut kota.

Comments (0)