Cara mencegah stroke: CERDIK, tekanan darah, gula dan kolesterol, kenali gejala SeGeRa Ke RS dan golden period
TUREFF• •0
Stroke adalah salah satu penyebab kematian dan kecacatan terbesar di Indonesia. «Cara mencegah stroke» banyak dicari karena stroke kini juga menyerang usia produktif. Kabar baiknya, sebagian besar stroke bisa dicegah dengan mengendalikan faktor risikonya.
Apa itu stroke
Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terhenti karena pembuluh darah tersumbat (stroke iskemik, paling sering) atau pecah (stroke perdarahan). Tanpa oksigen, sel otak mulai mati dalam hitungan menit.
Faktor risiko utama
1. Tekanan darah tinggi (hipertensi): penyebab terbesar. Banyak orang tidak sadar karena tanpa gejala.
2. Diabetes.
3. Kolesterol tinggi.
4. Merokok, termasuk rokok elektrik.
5. Kurang aktivitas fisik dan kegemukan.
6. Makanan tinggi garam, gula, dan lemak.
7. Konsumsi alkohol.
8. Gangguan irama jantung (fibrilasi atrium).
9. Usia, riwayat keluarga, dan pernah stroke sebelumnya.
Pencegahan dengan CERDIK
Kementerian Kesehatan mengampanyekan CERDIK:
C: Cek kesehatan secara rutin (tekanan darah, gula darah, kolesterol), minimal setahun sekali di posbindu atau puskesmas.
E: Enyahkan asap rokok.
R: Rajin aktivitas fisik, minimal 30 menit sehari, lima hari seminggu.
D: Diet sehat dengan kalori seimbang: banyak sayur dan buah, batasi gula, garam, dan lemak (GGL).
I: Istirahat cukup, 7 sampai 8 jam.
K: Kelola stres.
Bila sudah punya hipertensi atau diabetes
Minum obat setiap hari sesuai resep, walaupun merasa sehat, dan kontrol rutin. Menghentikan obat sendiri adalah salah satu pemicu stroke. Program Prolanis BPJS Kesehatan membantu pemantauan penderita penyakit kronis.
Kenali gejala dengan SeGeRa Ke RS
Se: Senyum tidak simetris, wajah mencong.
Ge: Gerak anggota tubuh melemah atau tidak bisa digerakkan di satu sisi.
Ra: Bicara pelo atau tidak bisa bicara, tidak mengerti ucapan.
Ke: Kebas atau baal di satu sisi tubuh.
R: Rabun, pandangan kabur mendadak.
S: Sakit kepala hebat mendadak, pusing berputar, kehilangan keseimbangan.
Golden period: segera ke rumah sakit
Bila muncul gejala, segera bawa ke rumah sakit yang punya fasilitas penanganan stroke, idealnya dalam waktu kurang dari 4,5 jam sejak gejala muncul. Dalam waktu ini, stroke iskemik bisa diberi obat penghancur bekuan darah atau tindakan lain. Hubungi 119 atau ambulans setempat.
Yang jangan dilakukan saat stroke
Jangan memberi makan atau minum (bisa tersedak), jangan menusuk jari untuk «mengeluarkan darah», jangan memberi obat sembarangan, dan jangan menunggu gejala hilang sendiri. Gejala yang hilang dalam beberapa menit (stroke ringan atau TIA) tetap harus diperiksa karena bisa diikuti stroke besar.
Mulai cek tekanan darah di puskesmas atau posbindu terdekat.