Cara membuat CV lamaran kerja: susunan isi, ringkasan diri, pengalaman, ATS, foto, dan kesalahan umum
TUREFF• •0
«Cara membuat CV lamaran kerja» termasuk pencarian yang paling sering di Indonesia, apalagi saat musim lulusan baru dan rekrutmen besar. CV (curriculum vitae) adalah ringkasan diri yang dilihat perekrut hanya beberapa detik. Tujuannya satu: membuat mereka ingin memanggil Anda wawancara.
Susunan isi CV
1. Data diri: nama lengkap, nomor HP (yang aktif WhatsApp), email yang profesional, kota domisili, dan tautan LinkedIn atau portofolio bila ada. Tidak perlu alamat lengkap, nomor KTP, berat badan, atau agama, kecuali diminta.
2. Ringkasan diri: 2 sampai 3 kalimat tentang siapa Anda, keahlian utama, dan posisi yang dituju.
3. Pengalaman kerja: urut dari yang terbaru. Tulis nama perusahaan, posisi, bulan dan tahun, lalu 3 sampai 5 poin pencapaian.
4. Pendidikan: kampus atau sekolah, jurusan, tahun lulus. IPK dicantumkan bila bagus atau diminta.
5. Keahlian: keterampilan teknis (Excel, desain, bahasa pemrograman, mengemudi, bahasa asing) dan sertifikat.
6. Organisasi, magang, kepanitiaan, atau proyek: sangat penting untuk lulusan baru.
Tulis pengalaman dengan hasil, bukan sekadar tugas
Kurang kuat: «Bertanggung jawab atas media sosial perusahaan.»
Lebih kuat: «Mengelola Instagram perusahaan dan menaikkan pengikut dari 2.000 menjadi 9.000 dalam 6 bulan.»
Gunakan kata kerja aktif dan angka bila bisa: jumlah pelanggan, target penjualan, waktu yang dihemat.
Untuk lulusan baru tanpa pengalaman kerja
Tonjolkan magang, organisasi kampus, kepanitiaan acara, proyek kuliah, lomba, kerja paruh waktu, dan kegiatan sukarela. Semua itu menunjukkan tanggung jawab dan kerja sama tim.
Sesuaikan dengan lowongan
Baca iklan lowongan dan pakai kata kunci yang sama di CV, misalnya nama software atau keterampilan yang diminta. Banyak perusahaan besar memakai sistem ATS (Applicant Tracking System) yang menyaring CV berdasarkan kata kunci.
Agar ramah ATS
1. Gunakan format sederhana satu kolom, judul bagian yang jelas (Pengalaman Kerja, Pendidikan, Keahlian).
2. Hindari tabel rumit, teks di dalam gambar, dan ikon untuk menggantikan tulisan.
3. Kirim dalam PDF kecuali diminta format lain, dengan nama file yang jelas, misalnya CV_NamaLengkap_Posisi.pdf.
Foto: perlu atau tidak?
Di Indonesia banyak perusahaan masih meminta foto. Gunakan foto formal terbaru, latar polos, wajah jelas, pakaian rapi. Jangan pakai swafoto atau foto liburan. Kalau lowongan tidak meminta dan Anda melamar ke perusahaan multinasional, foto boleh tidak dicantumkan.
Panjang CV
Satu halaman untuk lulusan baru dan pengalaman di bawah lima tahun; dua halaman bila pengalaman sudah panjang.
Kesalahan yang sering terjadi
1. Salah ketik dan tata bahasa: minta teman membaca ulang.
2. Email tidak profesional.
3. Memakai satu CV untuk semua lowongan.
4. Melebih-lebihkan atau memalsukan pengalaman: bisa ketahuan saat cek referensi.
5. Tidak mencantumkan nomor yang bisa dihubungi.
Waspada lowongan palsu
Perusahaan resmi tidak meminta biaya untuk tes, seragam, pelatihan, atau tiket. Cek lowongan di situs resmi perusahaan atau portal seperti SIAPkerja Kemnaker.