Kampung Naga di Tasikmalaya: kampung adat Sunda, ratusan anak tangga, aturan adat dan cara berkunjung

TUREFF• •0
Kampung Naga adalah kampung adat Sunda di Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, di tepi Sungai Ciwulan. Warganya hidup dengan menjaga adat leluhur: rumah-rumah panggung beratap ijuk dan berdinding bambu dibangun seragam menghadap utara atau selatan, dan kampung ini memilih tidak menggunakan listrik di dalam permukiman. Kampung Naga menjadi tempat belajar tentang kearifan lokal, keselarasan dengan alam dan kehidupan sederhana. Cara ke sana Kampung Naga berada di jalan raya antara Garut dan Tasikmalaya, sekitar 30 km dari Kota Tasikmalaya dan sekitar 25 km dari Garut. Dari Bandung, perjalanan darat sekitar 3–4 jam. Ada tempat parkir di atas, di tepi jalan raya. Dari sana, pengunjung menuruni ratusan anak tangga batu (sengked) menuju kampung di lembah. Berkunjung dengan pemandu Kunjungan sebaiknya ditemani pemandu warga setempat, yang menjelaskan sejarah, adat dan tata cara kampung. Ikuti semua aturan yang disampaikan pemandu. Yang bisa dilihat Deretan rumah panggung dari bambu dan kayu, beratap ijuk, tertata rapi di lembah. Sawah, kolam ikan dan Sungai Ciwulan di sekitar kampung. Kegiatan warga sehari-hari, seperti menumbuk padi, menganyam dan mengolah hasil bumi. Kerajinan anyaman bambu yang bisa dibeli langsung dari warga. Aturan adat Ada kawasan hutan larangan yang tidak boleh dimasuki dan tidak boleh diambil apa pun darinya. Beberapa tempat dan upacara adat tidak boleh difoto atau didatangi pengunjung; tanyakan dulu kepada pemandu. Pada hari-hari tertentu, warga tidak menerima tamu atau tidak boleh membicarakan adat; jadwal ini bisa dikonfirmasi melalui pengelola atau pemandu. Tips Kenakan pakaian sopan dan alas kaki yang nyaman; tangga cukup curam, terutama saat naik kembali. Bawa air minum dan datang pagi hari saat udara masih sejuk. Bersikaplah sebagai tamu: berbicara pelan, tidak membuang sampah dan meminta izin sebelum memotret warga. Membeli kerajinan atau memberi sumbangan melalui pengelola membantu warga menjaga kampungnya.

Comments (0)