Memakai kebaya: kebaya kutubaru, kartini dan encim, memilih kain dan bawahan, menjahit ke penjahit, dan memakai kebaya untuk acara resmi maupun sehari-hari

TUREFF• •0
Kebaya adalah busana perempuan yang menjadi bagian dari identitas Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara. Pada Desember 2024, kebaya ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda melalui nominasi bersama Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand dan Brunei Darussalam. Kini kebaya tidak hanya dipakai untuk wisuda, pernikahan dan Hari Kartini, tetapi juga semakin banyak dipakai sehari-hari oleh perempuan muda. Panduan ini membantu memilih dan memakai kebaya dengan nyaman. Jenis-jenis kebaya Kebaya kutubaru: memiliki kain tambahan di bagian depan yang menghubungkan kedua sisi, bentuknya klasik dan populer untuk acara resmi. Kebaya kartini: bentuk lurus dengan kerah lipat, terinspirasi dari foto R.A. Kartini, anggun dan sederhana. Kebaya encim: dipengaruhi budaya peranakan Tionghoa, sering berbahan katun atau voile dengan bordir warna-warni di tepi. Kebaya Bali: biasanya berbahan brokat atau katun tipis dan dipakai dengan selendang di pinggang untuk upacara adat. Kebaya modern: bermacam potongan baru, dari kebaya pendek hingga kebaya yang dipadukan dengan celana atau rok modern. Memilih kain Brokat: berkesan mewah, cocok untuk pernikahan, wisuda dan acara malam. Katun dan voile: ringan, sejuk dan cocok untuk dipakai lama atau sehari-hari di cuaca panas. Sutra dan beludru: untuk acara khusus, lebih mahal dan perlu perawatan lebih. Bordir dan payet menambah keindahan, tetapi juga berat dan harga. Pertimbangkan acara, cuaca dan berapa lama kamu akan memakainya. Bawahan dan pelengkap Kebaya tradisional dipadukan dengan kain jarik atau kain batik, songket, maupun tenun yang dililit, sering dengan wiru atau lipatan di bagian depan. Untuk acara sehari-hari, kebaya bisa dipadukan dengan rok batik siap pakai, celana kulot, bahkan jeans. Pelengkapnya bisa berupa selendang, bros, sanggul atau aksesori rambut. Banyak perempuan berhijab yang memadukan kebaya dengan hijab sewarna atau senada dengan kain. Pakai alas kaki yang nyaman, terutama jika harus banyak berjalan, misalnya saat wisuda. Menjahit ke penjahit Kebaya yang dijahit sesuai ukuran badan biasanya jauh lebih nyaman dan pas dibanding yang siap pakai. Pesan jauh-jauh hari sebelum acara, terutama menjelang musim wisuda, Lebaran dan musim nikah, karena penjahit sangat sibuk. Bawa contoh model atau foto, dan bicarakan apakah kamu ingin furing atau lapisan dalam, jenis kancing dan panjang lengan. Lakukan fitting minimal sekali sebelum kebaya selesai. Pastikan kebaya tidak terlalu ketat di bagian lengan dan dada agar tetap bisa bergerak dan bernapas lega. Memakai kain jarik dengan rapi Lilitkan kain dari kiri ke kanan, sesuaikan tinggi kain di pergelangan kaki. Buat wiru, lipatan kecil di ujung kain, dan letakkan di depan. Kencangkan dengan stagen atau ikat pinggang, lalu tutup dengan kebaya. Kini banyak tersedia kain jarik siap pakai atau rok lilit dengan perekat, yang memudahkan pemula. Latih cara berjalan dengan langkah kecil jika kain dililit sempit. Merawat kebaya Kebaya brokat dan berpayet sebaiknya dicuci kering atau dicuci tangan dengan lembut. Jangan diperas atau dijemur langsung di bawah terik matahari. Simpan dengan digantung atau dilipat bersama kertas tisu agar payet tidak tersangkut. Kebaya untuk semua Gerakan berkebaya sehari-hari mengajak perempuan memakai kebaya ke kantor, kampus atau jalan-jalan. Tidak ada aturan kaku: yang penting nyaman, sopan sesuai acara, dan dipakai dengan bangga.

Comments (0)