Kerak telor Betawi: beras ketan, telur bebek, serundeng, dimasak di atas arang dan wajan dibalik ke api

TUREFF• •0
Kerak telor adalah makanan khas Betawi yang hampir selalu ada di Pekan Raya Jakarta, Kota Tua, dan Setu Babakan. Penjualnya memikul anglo arang dan wajan kecil, lalu memasak setiap porsi di depan pembeli. Bagian paling menarik: wajan dibalik menghadap bara agar bagian atas kerak telor matang dan kering. Bahan (untuk 2 porsi) 4 sendok makan beras ketan putih, rendam minimal 4 jam atau semalam; 2 butir telur bebek atau telur ayam; 2 sendok makan ebi (udang kering), sangrai dan haluskan kasar; 4 sendok makan serundeng kelapa; garam, merica, dan sedikit gula; bawang merah goreng. Serundeng kelapa Sangrai kelapa parut kasar tanpa minyak dengan bumbu halus (bawang merah, bawang putih, kencur, cabai, garam, gula) sampai kering dan kecokelatan. Serundeng tahan lama dalam wadah tertutup. Cara memasak 1. Panaskan wajan kecil tanpa minyak di atas api sedang. 2. Masukkan 2 sendok makan ketan yang sudah ditiriskan dan sedikit air, ratakan, tutup sebentar sampai ketan setengah matang. 3. Masukkan telur, ebi, sebagian serundeng, garam, dan merica, lalu aduk rata di wajan dan ratakan tipis. 4. Masak sampai bagian bawah kering. Jika memakai anglo arang, balik wajan menghadap bara selama beberapa menit sampai bagian atas kering dan sedikit gosong. Di kompor, cukup tutup wajan dan kecilkan api. 5. Lepaskan kerak telor dari wajan. Penyajian Taburi sisa serundeng, bawang goreng, dan ebi. Kerak telor dimakan selagi hangat, biasanya dilipat di atas kertas. Tips Ketan yang kurang lama direndam akan keras di tengah. Telur bebek memberi rasa lebih gurih dan tekstur lebih padat dibanding telur ayam. Jangan terlalu banyak bahan dalam satu wajan; kerak telor seharusnya tipis. Di mana mencicipi Saat Jakarta Fair di Kemayoran, penjual kerak telor berjajar di sepanjang jalan. Di Kota Tua dan di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, kerak telor tersedia hampir setiap hari, terutama akhir pekan.

Comments (0)