Danau Ranau di perbatasan Lampung dan Sumatra Selatan: Gunung Seminung, air panas dan Pulau Marisa

TUREFF• •0
Danau Ranau adalah danau vulkanik terbesar kedua di Sumatra setelah Danau Toba, terletak di perbatasan Kabupaten Lampung Barat (Lampung) dan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (Sumatra Selatan). Di tepinya menjulang Gunung Seminung, dan di sekitarnya ada sumber air panas, perkebunan kopi dan sayur, serta desa-desa nelayan. Udaranya sejuk dan suasananya tenang, cocok untuk liburan keluarga. Cara ke sana Dari Bandar Lampung, perjalanan darat ke Danau Ranau melalui Liwa atau Krui memakan waktu sekitar 6–8 jam, tergantung jalur dan kondisi jalan. Dari Palembang juga sekitar 7–9 jam melalui Baturaja dan Muaradua. Kendaraan pribadi atau sewaan paling praktis, karena angkutan umum terbatas. Kawasan wisata di sisi Sumatra Selatan biasanya berpusat di Banding Agung, sedangkan di sisi Lampung di sekitar Lumbok Seminung. Yang bisa dilakukan Naik perahu menyeberangi danau ke Pulau Marisa, pulau kecil di tengah danau, untuk berenang dan bersantai. Berendam di sumber air panas di kaki Gunung Seminung, di tepi danau. Air panasnya mengalir dekat dengan air danau yang sejuk. Mendaki Gunung Seminung bersama pemandu lokal untuk melihat danau dari ketinggian. Memancing atau melihat aktivitas nelayan dengan perahu tradisional. Menikmati matahari terbit di tepi danau saat kabut tipis masih menyelimuti air. Kuliner Ikan mujair dan ikan air tawar lain dari danau yang digoreng atau dibakar, pindang ikan, sambal terasi, serta kopi robusta Lampung yang ditanam di dataran tinggi sekitarnya. Penginapan Ada hotel kecil, wisma dan homestay di Banding Agung dan Lumbok Seminung. Pada libur panjang, sebaiknya pesan lebih dulu. Tips Bawa jaket karena malam di sekitar danau cukup dingin. Jalan menuju danau berkelok dan sebagian rusak; berkendara di siang hari lebih aman. Gunakan perahu yang menyediakan pelampung, dan jangan berenang terlalu jauh dari tepi. Jaga kebersihan danau dan bawa pulang sampah.

Comments (0)