Danau Maninjau: Kelok 44 dari Bukittinggi, Puncak Lawang, rumah kelahiran Buya Hamka dan ikan rinuak

TUREFF• •0
Danau Maninjau adalah danau kaldera di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terbentuk dari letusan gunung api purba puluhan ribu tahun lalu. Dikelilingi dinding bukit hijau yang curam, danau ini menyajikan pemandangan yang tenang dan dramatis. Jalan menuju tepi danau terkenal dengan Kelok 44, empat puluh empat tikungan tajam yang menurun dari punggung bukit. Cara ke sana Dari Bukittinggi, sekitar 35 km atau satu sampai satu setengah jam dengan mobil atau sepeda motor, melalui Kelok 44. Dari Padang, sekitar tiga jam, bisa melalui Lubuk Basung. Ada angkutan umum dari Bukittinggi, tetapi menyewa kendaraan lebih leluasa. Kelok 44 Setiap tikungan diberi nomor, dari atas ke bawah. Kendarai perlahan, gunakan gigi rendah saat menurun, dan beri jalan pada bus dan truk di tikungan. Di beberapa tikungan ada tempat berhenti untuk melihat danau, dan sering ada monyet di pinggir jalan: jangan memberi makan. Puncak Lawang Titik pandang di bibir kaldera, sekitar 1.200 m di atas laut, dengan pemandangan seluruh danau. Puncak Lawang juga dikenal sebagai lokasi paralayang; terbang tandem dengan operator berizin bisa diatur saat cuaca baik. Embun Pagi adalah titik pandang lain yang populer di jalur Kelok 44. Rumah kelahiran Buya Hamka Di Nagari Sungai Batang, di tepi danau, terdapat museum rumah kelahiran Buya Hamka, ulama, sastrawan, dan pahlawan nasional, penulis novel Tenggelamnya Kapal Van der Wijck. Kuliner Rinuak, ikan kecil khas danau, digoreng atau dibuat palai (dibungkus daun dan dibakar). Pensi, kerang kecil danau yang ditumis bumbu. Gulai ikan dan nasi kapau di sepanjang jalan. Yang perlu diketahui Keramba jaring apung banyak di danau; pada waktu tertentu kualitas air menurun dan kematian ikan bisa terjadi. Pemerintah dan warga berupaya menata ulang keramba. Berenang hanya di area yang aman dan tidak jauh dari tepi. Tips Menginap semalam di tepi danau untuk melihat kabut pagi dan matahari terbit di balik bukit. Bawa jaket; udara di Puncak Lawang sejuk, terutama pagi dan malam.

Comments (0)