Mie kocok Bandung: mi kuning dengan kikil, tauge, kuah kaldu sapi dan sumsum, ditaburi daun bawang dan kerupuk

TUREFF• •0
Mie kocok adalah kuliner berkuah khas Bandung. Mi kuning dan tauge dicelup air panas sambil "dikocok" (diguncang) di dalam saringan, lalu diletakkan di mangkuk bersama potongan kikil sapi, disiram kuah kaldu tulang sapi yang gurih, dan ditaburi daun bawang, seledri, bawang goreng serta kerupuk. Banyak penjual menambahkan sumsum tulang yang lembut. Perasan jeruk nipis dan sambal membuat rasanya makin segar. Bahan (4 porsi) 400 g mi kuning basah; 200 g tauge, buang akarnya; 300 g kikil sapi (kaki sapi) yang sudah direbus empuk, potong-potong; 1 kg tulang sapi dengan sumsum; 2,5 liter air; daun bawang dan seledri iris; bawang goreng, kerupuk; jeruk nipis, sambal cabai rawit, kecap manis. Bumbu kuah 5 siung bawang putih, 6 siung bawang merah; 2 cm jahe, 1/2 sdt merica; garam, sedikit gula. Kuah kaldu Rebus tulang sapi sebentar, buang airnya, lalu rebus kembali dengan air bersih selama 2–3 jam dengan api kecil sampai kaldu gurih. Buang buih yang muncul. Haluskan bumbu, tumis sampai harum, lalu masukkan ke kaldu. Bumbui dengan garam dan sedikit gula. Masukkan kikil yang sudah empuk agar ikut hangat dan meresap bumbu. Mengocok mi Masukkan mi dan tauge ke dalam saringan bergagang. Celupkan ke air mendidih sambil dikocok beberapa detik sampai mi panas dan tauge setengah matang. Tiriskan, tuang ke mangkuk. Penyajian Tambahkan kikil dan sumsum (jika ada), siram kuah panas. Taburi daun bawang, seledri dan bawang goreng, beri kerupuk. Sajikan dengan jeruk nipis, sambal dan kecap manis. Tips Kikil mentah butuh waktu rebus lama; beli kikil yang sudah dibersihkan dan direbus di pasar untuk menghemat waktu. Kuah bening dan gurih adalah ciri mie kocok yang enak; jangan terlalu banyak bumbu. Di Bandung, mie kocok mudah ditemukan di warung, gerobak dan rumah makan, terutama untuk sarapan dan makan siang.

Comments (0)