Nasi jamblang Cirebon: nasi dibungkus daun jati, lauk prasmanan, sambal goreng, blakutak, dan sate kentang

TUREFF• •0
Nasi jamblang adalah sarapan khas Cirebon yang namanya diambil dari Desa Jamblang. Nasi putih dibungkus kecil-kecil dengan daun jati, lalu pembeli memilih sendiri lauknya dari deretan piring di meja: sambal goreng cabai, tahu dan tempe, perkedel, paru, telur, cumi hitam, dan banyak lagi. Konon nasi ini mulai dijual untuk para pekerja di masa kolonial karena daun jati membuat nasi tidak cepat basi. Ciri khas Nasi dibungkus daun jati: daun ini membuat nasi tetap pulen dan memberi aroma yang khas. Porsi nasi kecil, sehingga orang biasanya mengambil dua atau tiga bungkus. Lauk dipilih sendiri lalu dihitung oleh penjual. Lauk yang biasa ada Sambal goreng: cabai merah yang digoreng dengan bawang, rasanya pedas manis, ciri utama nasi jamblang. Blakutak: cumi kecil yang dimasak dengan tintanya hingga hitam. Paru goreng, hati ampela, dan semur daging. Sate kentang, sate telur puyuh, dan sate kerang. Tahu, tempe, perkedel, dan telur dadar. Ikan asin dan ikan goreng. Membuat di rumah Nasi: masak nasi seperti biasa, lalu bungkus satu kepal kecil dengan daun jati yang sudah dibersihkan. Jika tidak ada daun jati, daun pisang bisa dipakai meski aromanya berbeda. Sambal goreng: haluskan cabai merah keriting, bawang merah, dan bawang putih, lalu tumis lama dengan minyak sampai matang, tambahkan gula merah dan garam. Semur: daging sapi dimasak dengan kecap manis, bawang, pala, dan cengkih sampai empuk. Sajikan lauk-lauk di piring terpisah agar setiap orang bisa memilih. Di Cirebon Banyak warung nasi jamblang buka sejak pagi. Datang pagi-pagi agar pilihan lauk masih lengkap. Nasi jamblang sering dimakan bersama empal gentong atau tahu gejrot, makanan khas Cirebon lainnya. Tips Bungkus nasi selagi hangat agar aroma daun jati meresap. Sambal goreng bisa disimpan di wadah tertutup beberapa hari di kulkas.

Comments (0)