Papeda Maluku dan Papua: bubur sagu bening, cara membuat, ikan kuah kuning, dan cara makan dengan gata-gata

TUREFF• •0
Papeda adalah makanan pokok di Maluku dan Papua: bubur sagu yang bening, kenyal, dan lengket seperti lem. Rasanya tawar, sehingga selalu dimakan bersama lauk berkuah, terutama ikan kuah kuning yang segar dan asam. Di banyak daerah di timur Indonesia, papeda punya tempat seperti nasi di daerah lain, dan sering hadir di acara keluarga dan adat. Bahan papeda (4 porsi) 250 g tepung sagu; air dingin secukupnya untuk melarutkan; sekitar 1 liter air mendidih; sedikit perasan jeruk nipis, opsional. Cara membuat Larutkan sagu dengan sedikit air dingin sampai tidak bergerindil, lalu saring bila perlu. Tuang air yang benar-benar mendidih sedikit demi sedikit sambil terus diaduk cepat ke satu arah. Adonan akan berubah dari putih keruh menjadi bening dan kental. Jika masih putih, tambah air mendidih sedikit lagi. Ada juga yang memasaknya di atas api kecil sambil diaduk, tetapi cara tradisional cukup dengan air mendidih. Ikan kuah kuning 1 ekor ikan tongkol, cakalang, atau kakap, potong-potong, lumuri jeruk nipis dan garam; bumbu halus: bawang merah, bawang putih, kunyit, kemiri, jahe, cabai; serai, daun jeruk, lengkuas, tomat, dan daun kemangi; air dan perasan jeruk nipis atau belimbing wuluh. Tumis bumbu halus dengan serai, daun jeruk, dan lengkuas sampai harum, tambahkan air, didihkan, lalu masukkan ikan. Masak sampai matang, tambahkan tomat dan kemangi, dan beri rasa asam di akhir. Cara makan Papeda diambil dengan gata-gata, sepasang sumpit kayu, dengan cara digulung-gulung lalu dipindahkan ke piring. Siram dengan kuah kuning yang banyak. Papeda tidak dikunyah lama: biasanya langsung diseruput bersama kuahnya. Teman makan Sayur ganemo (daun melinjo) atau tumis bunga pepaya, sambal colo-colo, dan ikan bakar. Tips Papeda paling enak dimakan segera setelah dibuat, karena akan mengeras jika dingin. Gunakan tepung sagu asli, bukan tepung tapioka, agar teksturnya tepat.

Comments (0)