Cara mencegah stunting: 1000 hari pertama kehidupan, gizi ibu hamil, ASI eksklusif, MPASI dan posyandu
TUREFF• •0
Stunting masih menjadi masalah gizi yang besar di Indonesia, dan «cara mencegah stunting» banyak dicari oleh calon orang tua dan keluarga muda. Stunting adalah kondisi anak lebih pendek dari standar usianya karena kekurangan gizi dalam waktu lama dan infeksi berulang, terutama pada 1000 hari pertama kehidupan. Dampaknya tidak hanya tinggi badan, tetapi juga perkembangan otak dan kesehatan jangka panjang.
1000 hari pertama: masa paling penting
Dihitung sejak kehamilan sampai anak berusia dua tahun. Pada masa ini pertumbuhan paling cepat, dan kekurangan gizi paling sulit dikejar setelahnya.
Sebelum dan saat hamil
Remaja putri dan calon ibu minum tablet tambah darah sesuai anjuran untuk mencegah anemia.
Periksa kehamilan minimal enam kali selama hamil, termasuk pemeriksaan oleh dokter, sesuai anjuran Kementerian Kesehatan.
Makan beragam: nasi atau umbi, lauk hewani (telur, ikan, ayam, daging), sayur, buah. Minum tablet tambah darah selama kehamilan.
Jaga berat badan naik sesuai anjuran, dan perhatikan lingkar lengan atas; ibu yang kurang energi kronis berisiko melahirkan bayi berat badan rendah.
Bayi 0 sampai 6 bulan
Inisiasi menyusu dini segera setelah lahir.
ASI eksklusif sampai 6 bulan, tanpa air, madu atau makanan lain.
Imunisasi dasar lengkap sesuai jadwal.
MPASI mulai 6 bulan
Mulai makanan pendamping ASI tepat waktu, tidak terlalu cepat dan tidak terlambat.
Setiap kali makan sertakan protein hewani: telur, ikan, hati ayam, daging. Protein hewani terbukti penting untuk mencegah stunting.
Tekstur disesuaikan usia, dari lumat, lembek, sampai makanan keluarga di usia sekitar satu tahun.
Tambahkan sedikit minyak, santan atau mentega untuk energi.
Tetap lanjutkan ASI sampai dua tahun atau lebih.
Kurangi makanan manis, minuman kemasan dan camilan instan yang mengenyangkan tetapi miskin gizi.
Pantau pertumbuhan
Bawa anak ke posyandu setiap bulan untuk ditimbang dan diukur panjang atau tingginya. Catat di buku KIA.
Jika berat badan tidak naik dua kali berturut-turut, atau panjang badan tidak bertambah sesuai kurva, segera konsultasikan ke bidan, puskesmas atau dokter anak. Penanganan sejak dini jauh lebih berhasil.
Kebersihan dan lingkungan
Infeksi berulang, seperti diare dan cacingan, menghambat penyerapan gizi.
Cuci tangan pakai sabun sebelum menyiapkan makanan dan setelah dari toilet.
Gunakan air bersih dan jamban sehat.
Berikan obat cacing sesuai program pemerintah.
Jauhkan anak dari asap rokok di dalam rumah.
Bantuan pemerintah
Program pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal untuk balita dan ibu hamil yang membutuhkan tersedia lewat posyandu dan puskesmas. Tanyakan pada kader posyandu atau petugas kesehatan di daerah Anda.