Belajar pencak silat: sejarah singkat, aliran dan perguruan, latihan dasar kuda-kuda dan langkah, seni dan tanding, serta memilih perguruan
TUREFF• •0
Pencak silat adalah seni bela diri yang tumbuh di Nusantara dan dipraktikkan di Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapura, Thailand selatan dan Filipina selatan. UNESCO menetapkan tradisi pencak silat sebagai Warisan Budaya Takbenda pada tahun 2019. Pencak silat juga dipertandingkan di SEA Games dan pernah masuk Asian Games 2018 di Jakarta-Palembang, ketika Indonesia meraih banyak medali emas. Bagi yang ingin mulai berlatih, panduan ini menjelaskan dasar-dasarnya.
Pencak dan silat
Istilah pencak sering dikaitkan dengan unsur gerak dan keindahan, sedangkan silat dengan unsur bela diri dan pertarungan. Keduanya menyatu dalam satu tradisi.
Pencak silat tidak hanya soal fisik. Banyak perguruan menekankan empat aspek: mental spiritual, seni budaya, bela diri dan olahraga.
Aliran dan perguruan
Ada ratusan aliran pencak silat di Indonesia, banyak di antaranya berakar di daerah tertentu, seperti Minangkabau, Sunda, Betawi, Jawa dan Bugis.
Perguruan-perguruan besar memiliki cabang di banyak kota dan sering juga di sekolah dan kampus.
Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) adalah organisasi induk yang menaungi perguruan dan mengatur pertandingan nasional.
Setiap perguruan punya jurus, tradisi dan sistem tingkatan sendiri, sering ditandai dengan warna sabuk.
Latihan dasar
Pemanasan dan kelenturan: peregangan, lari ringan dan latihan otot inti.
Kuda-kuda: sikap kaki yang kokoh, seperti kuda-kuda depan, tengah, belakang dan samping. Kuda-kuda adalah fondasi semua gerakan.
Pola langkah: cara berpindah tempat, misalnya langkah lurus, zig-zag, segi tiga dan segi empat.
Sikap pasang: posisi siap menyerang atau bertahan.
Teknik serangan: pukulan, tendangan seperti tendangan depan, samping dan sabit.
Teknik belaan: tangkisan, hindaran dan elakan.
Jatuhan dan bantingan: pada tingkat lanjut, termasuk cara jatuh yang aman.
Jurus: rangkaian gerakan yang menggabungkan semua unsur di atas.
Seni dan tanding
Dalam pertandingan resmi ada beberapa kategori.
Tanding: dua pesilat bertanding dengan pelindung badan, dinilai dari serangan yang masuk, jatuhan dan teknik.
Tunggal: satu pesilat memperagakan jurus baku, termasuk dengan senjata seperti golok dan toya.
Ganda: dua pesilat memperagakan rangkaian serang-bela yang sudah dirancang.
Regu: tiga pesilat memperagakan jurus bersama dengan serempak.
Beberapa kategori seni juga memperbolehkan jurus bebas sesuai aliran.
Memilih perguruan
Ikut latihan percobaan jika memungkinkan.
Perhatikan apakah pelatih mengutamakan keselamatan, mengajar dasar dengan sabar dan menyesuaikan latihan untuk pemula, anak-anak atau orang dewasa.
Tanyakan tentang biaya, jadwal latihan dan ujian kenaikan tingkat.
Hindari tempat latihan yang menekankan kekerasan, perpeloncoan atau hukuman fisik yang berlebihan kepada murid.
Untuk anak-anak, ekstrakurikuler pencak silat di sekolah sering menjadi pintu masuk yang baik.
Agar latihan aman
Pakai pakaian latihan yang nyaman; banyak perguruan memakai seragam hitam.
Lepas perhiasan dan potong kuku sebelum latihan.
Untuk sparing, gunakan pelindung seperti pelindung badan, pelindung kemaluan dan pelindung gigi bila disarankan.
Jangan memaksakan diri pada gerakan yang belum dikuasai, terutama bantingan dan tendangan tinggi.
Jika punya masalah jantung, tulang belakang atau sendi, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.
Lebih dari sekadar bela diri
Banyak pesilat mengatakan bahwa pencak silat mengajarkan rendah hati, disiplin dan pengendalian diri. Kemampuan bela diri digunakan untuk membela diri dan menolong, bukan untuk mencari keributan.