Menjalani puasa Ramadan dengan sehat dan tetap produktif: menu sahur dan berbuka, minum air yang cukup, olahraga, bekerja, dan mudik Lebaran yang aman
TUREFF• •0
Ramadan adalah bulan yang dinantikan umat Islam di Indonesia. Selain ibadah, Ramadan juga mengubah ritme sehari-hari: bangun sebelum subuh untuk sahur, berbuka saat magrib, tarawih di malam hari, dan di akhir bulan, mudik ke kampung halaman. Panduan ini berisi tips praktis agar puasa tetap sehat dan aktivitas tetap lancar.
Sahur: jangan dilewatkan
Sahur memberi energi untuk menjalani hari. Usahakan tetap sahur meskipun hanya sedikit.
Pilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum atau oat, yang dicerna lebih lambat sehingga kenyang lebih lama.
Tambahkan protein, misalnya telur, ikan, tahu, tempe atau ayam, serta sayur dan buah untuk serat.
Kurangi makanan yang sangat asin dan pedas saat sahur, karena bisa membuat cepat haus.
Kopi dan teh kental bersifat diuretik bagi sebagian orang; jangan jadikan satu-satunya minuman saat sahur.
Berbuka: mulai pelan-pelan
Berbukalah dengan yang manis secukupnya, misalnya kurma dan air putih, lalu salat magrib sebelum makan besar.
Hindari langsung makan dalam porsi besar, gorengan berlebihan dan minuman sangat manis. Lambung yang kosong seharian perlu waktu.
Takjil seperti kolak, es buah dan gorengan memang menggoda; nikmati dalam porsi wajar.
Minum air yang cukup
Atur pola minum di antara berbuka dan sahur. Banyak orang memakai pola 2-4-2: dua gelas saat berbuka, empat gelas di malam hari, dan dua gelas saat sahur.
Perhatikan warna urine: kuning pekat bisa menjadi tanda kurang minum.
Olahraga saat puasa
Tetap aktif, tetapi pilih intensitas ringan sampai sedang, seperti jalan kaki, bersepeda santai atau peregangan.
Waktu yang sering dianjurkan adalah menjelang berbuka atau setelah tarawih.
Hindari olahraga berat di siang hari yang panas. Hentikan jika pusing, berdebar atau sangat lemas.
Bekerja dan belajar
Banyak kantor menyesuaikan jam kerja selama Ramadan. Ketahui kebijakan tempat kerjamu.
Kerjakan tugas yang butuh konsentrasi tinggi di pagi hari, saat energi masih baik.
Tidur siang singkat, sekitar 20 menit, dapat membantu jika kurang tidur karena sahur.
Bagi rekan kerja yang tidak berpuasa: makan dan minum dengan sopan, tidak perlu sembunyi-sembunyi, tetapi menghormati yang berpuasa, misalnya tidak menjadwalkan makan siang bersama sebagai rapat.
Siapa yang perlu berhati-hati
Penderita diabetes, terutama yang memakai insulin, penyakit ginjal, penyakit jantung, ibu hamil dan menyusui, serta lansia sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum Ramadan, termasuk soal jadwal minum obat.
Agama Islam memberi keringanan bagi orang sakit, musafir dan kondisi tertentu. Tanyakan kepada ustaz atau ulama yang dipercaya jika ragu.
Batalkan puasa dan segera cari pertolongan medis jika muncul gejala berbahaya seperti pingsan, sangat lemas, gula darah sangat rendah atau tanda dehidrasi berat.
Mudik Lebaran yang aman
Pesan tiket kereta, bus, kapal atau pesawat jauh-jauh hari. Tiket kereta api untuk masa Lebaran biasanya dibuka beberapa minggu sebelumnya dan cepat habis.
Jika berkendara, periksa kendaraan: rem, ban, lampu, oli dan aki.
Ikuti informasi rekayasa lalu lintas seperti ganjil-genap, satu arah dan contraflow dari kepolisian dan Kementerian Perhubungan.
Istirahat setiap beberapa jam di rest area. Jangan memaksakan diri berkendara saat mengantuk, apalagi saat berpuasa.
Mudik dengan sepeda motor untuk jarak jauh sangat berisiko, terutama dengan muatan berlebih dan membawa anak kecil. Pertimbangkan program mudik gratis yang sering disediakan pemerintah dan perusahaan.
Amankan rumah sebelum ditinggal: cabut peralatan listrik, kunci pintu dan jendela, dan titipkan rumah kepada tetangga atau ketua RT.
Waspada penipuan
Menjelang Lebaran, penipuan berkedok THR, bagi-bagi hadiah, tiket murah atau undian sering beredar. Jangan klik tautan mencurigakan dan jangan pernah memberikan kode OTP kepada siapa pun.
Menjaga makna Ramadan
Di tengah kesibukan, Ramadan juga waktu yang baik untuk mengurangi konsumsi berlebihan, berbagi dengan yang membutuhkan dan mempererat silaturahmi.