Sambal matah Bali: sambal mentah bawang merah, cabai rawit, serai dan daun jeruk, disiram minyak kelapa
TUREFF• •0
Sambal matah adalah sambal khas Bali yang tidak dimasak: "matah" berarti mentah. Irisan bawang merah, cabai rawit, serai, dan daun jeruk dicampur dengan garam, terasi bakar, dan perasan jeruk, lalu disiram minyak kelapa panas. Rasanya segar, pedas, dan harum, cocok untuk ikan bakar, ayam goreng, sate lilit, atau nasi campur.
Bahan (untuk 4 sampai 6 orang)
10 siung bawang merah, iris tipis;
10 sampai 15 cabai rawit, iris tipis;
3 batang serai, ambil bagian putihnya, iris sangat tipis;
4 lembar daun jeruk, buang tulang daun, iris halus;
1 sendok teh terasi bakar, hancurkan;
1 sendok teh garam;
sedikit gula;
2 buah jeruk limau atau jeruk nipis;
4 sampai 5 sendok makan minyak kelapa.
Cara membuat
Iris semua bahan setipis mungkin; ini kunci sambal matah yang enak.
Campur bawang merah, cabai, serai, dan daun jeruk dalam mangkuk.
Tambahkan terasi, garam, dan sedikit gula, lalu remas perlahan dengan tangan atau sendok agar bumbu keluar.
Peras jeruk limau di atasnya.
Panaskan minyak kelapa sampai benar-benar panas, lalu siramkan ke campuran. Aduk rata.
Tips
Minyak kelapa memberi aroma khas Bali; bisa diganti minyak goreng biasa, tetapi rasanya berbeda.
Ada yang tidak memakai terasi bakar; sesuaikan selera.
Sambal matah paling enak dibuat sesaat sebelum makan, karena bawang akan layu bila terlalu lama.
Simpan sisa sambal di kulkas dan habiskan dalam satu atau dua hari.
Pasangan yang cocok
Ikan bakar jimbaran, ayam betutu, ayam goreng, sate lilit, telur dadar, dan nasi campur Bali.
Juga enak untuk menyegarkan tahu dan tempe goreng.