Sate klathak Bantul: daging kambing ditusuk jeruji sepeda, berbumbu garam, dibakar arang, dengan kuah gulai
TUREFF• •0
Sate klathak adalah sate kambing khas Bantul, Yogyakarta, terutama di daerah Jejeran dan Pleret. Ciri khasnya mudah dikenali: daging kambing ditusuk dengan jeruji sepeda, bukan tusuk bambu, dan bumbunya hanya garam (kadang sedikit merica). Jeruji besi menghantarkan panas sehingga daging matang merata dari dalam. Sate disajikan dengan nasi dan kuah gulai kambing yang hangat.
Bahan (4 porsi)
600 g daging kambing muda (bagian paha atau has), potong dadu besar;
sedikit lemak kambing, opsional, diselipkan di antara daging;
garam secukupnya;
merica sedikit, opsional;
jeruji sepeda baru yang bersih atau tusuk sate besi (stainless).
Kuah gulai
Tulang dan sedikit daging kambing;
santan encer 500 ml;
bumbu gulai: bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, kunyit, jahe, lengkuas, serai, daun salam dan daun jeruk;
garam dan gula.
Menyiapkan tusuk
Jika memakai jeruji sepeda, gunakan jeruji baru yang khusus untuk masak, cuci bersih dan panaskan sebentar di atas api sebelum dipakai.
Tusuk besi stainless untuk sate adalah pilihan yang lebih praktis dan aman.
Menusuk dan membumbui
Tusuk 4–5 potong daging pada setiap jeruji.
Taburi garam merata sesaat sebelum dibakar. Bumbunya memang sesederhana itu: rasa daging kambing muda yang jadi bintangnya.
Membakar
Bakar di atas bara arang yang panas sambil dibolak-balik hingga matang dan sedikit gosong di pinggir, sekitar 8–10 menit.
Bunyi "klathak-klathak" saat garam memercik di atas bara konon menjadi asal nama sate ini.
Membuat kuah gulai
Rebus tulang kambing, tumis bumbu halus dengan serai, daun salam dan daun jeruk, masukkan ke kaldu, lalu tambahkan santan encer.
Bumbui dengan garam dan sedikit gula, masak hingga harum.
Penyajian
Sajikan sate klathak di atas piring dengan nasi putih hangat dan semangkuk kuah gulai untuk dicocol atau diseruput.
Tambahkan irisan cabai rawit dan bawang merah jika suka.
Tips
Pilih daging kambing muda agar empuk dan tidak prengus.
Jangan terlalu lama membakar supaya daging tetap juicy.
Di Bantul, warung sate klathak banyak buka dari sore hingga malam; beberapa sangat ramai, jadi datang lebih awal.