Sate lilit Bali: daging ikan cincang dengan base genep dan kelapa parut, dililit di batang serai lalu dibakar
TUREFF• •0
Sate lilit adalah sate khas Bali yang berbeda dari sate tusuk biasa. Daging cincang dicampur base genep, bumbu dasar Bali yang kaya rempah, kelapa parut, dan santan kental, lalu dililitkan pada batang serai atau bilah bambu pipih. "Lilit" berarti melilit. Sate ini juga hadir dalam upacara adat, dan setiap keluarga punya resepnya sendiri.
Bahan (sekitar 25 tusuk)
500 gram daging ikan tenggiri giling (bisa diganti ayam atau daging babi cincang);
100 gram kelapa parut setengah tua;
3 sendok makan santan kental;
3 lembar daun jeruk, iris sangat halus;
1 sendok teh gula merah, garam secukupnya;
25 batang serai atau bilah bambu pipih.
Base genep (haluskan)
6 butir bawang merah, 4 siung bawang putih;
5 buah cabai merah, cabai rawit sesuai selera;
3 cm kunyit, 3 cm kencur, 3 cm lengkuas, 2 cm jahe;
3 butir kemiri sangrai;
1 sendok teh ketumbar, sedikit merica;
1 sendok teh terasi bakar.
Tumis base genep sampai matang dan harum, lalu dinginkan.
Membuat adonan
1. Campur daging cincang, kelapa parut, santan, daun jeruk, gula merah, garam, dan base genep yang sudah dingin.
2. Uleni sampai lengket dan mudah dibentuk. Jika terlalu basah, tambahkan sedikit kelapa parut.
3. Ambil satu sendok adonan, lilitkan dan padatkan di ujung batang serai dengan tangan yang dibasahi.
Membakar
Bakar di atas bara api sedang, bolak-balik sampai matang dan kecokelatan, sekitar 8 sampai 10 menit.
Aroma serai yang ikut terbakar menjadikan sate lilit sangat harum.
Penyajian
Sajikan dengan nasi putih, sambal matah (irisan bawang merah, cabai rawit, serai, daun jeruk, minyak kelapa, dan perasan jeruk limau), dan lawar jika ada.
Tips
Ikan tenggiri memberi tekstur kenyal; ikan lain seperti kakap juga bisa dipakai.
Kelapa parut harus segar; kelapa kering membuat sate lilit kurang lembap.
Adonan bisa disiapkan sehari sebelumnya dan disimpan di kulkas.