Sate maranggi Purwakarta: daging sapi berbumbu ketumbar dan kecap, tanpa bumbu kacang, dengan sambal tomat
TUREFF• •0
Sate maranggi adalah sate khas Purwakarta, Jawa Barat. Berbeda dengan sate yang disiram bumbu kacang, daging sapi atau kambing untuk sate maranggi sudah direndam bumbu sebelum dibakar: ketumbar, bawang, kecap manis, dan sedikit asam. Hasilnya daging yang empuk, manis gurih, dan harum, disantap dengan sambal tomat atau sambal oncom, nasi timbel, atau ketan bakar.
Bahan (4 porsi)
500 g daging sapi has dalam atau daging kambing, potong dadu;
tusuk sate;
Bumbu halus:
6 siung bawang merah;
4 siung bawang putih;
1 sendok makan ketumbar sangrai;
2 cm jahe;
2 cm lengkuas;
1 sendok teh garam.
Tambahan:
4 sendok makan kecap manis;
1 sendok makan air asam jawa atau cuka;
1 sendok makan gula merah serut;
1 sendok makan minyak.
Merendam
Campur daging dengan bumbu halus, kecap, air asam, gula merah, dan minyak.
Diamkan minimal dua jam, lebih baik semalaman di kulkas, agar bumbu meresap dan daging lebih empuk.
Menusuk dan membakar
Tusuk daging, tiga sampai empat potong per tusuk.
Bakar di atas arang yang membara sambil dibolak-balik dan diolesi sisa bumbu, sampai matang dan sedikit berkaramel. Jangan terlalu lama agar daging tidak keras.
Sambal tomat
Iris tomat hijau atau merah dan cabai rawit, campur dengan bawang merah iris, garam, dan sedikit kecap. Ada juga sambal oncom yang khas Sunda.
Penyajian
Sajikan sate panas dengan sambal, nasi timbel atau ketan bakar, dan lalapan.
Di Purwakarta
Sepanjang jalur Cibungur dan jalan menuju Purwakarta banyak warung sate maranggi, ramai terutama saat akhir pekan dan musim mudik. Pilih warung yang ramai dan dagingnya segar.
Tips
Bagian daging yang ada sedikit lemaknya membuat sate lebih juicy.
Gunakan arang kayu untuk aroma bakaran yang khas.