Sop konro Makassar: iga sapi berkuah hitam dari kluwak dan rempah, konro bakar, dan teman makannya

TUREFF• •0
Sop konro adalah sup iga sapi khas Makassar, Sulawesi Selatan, dengan kuah berwarna cokelat kehitaman yang pekat dan harum rempah. Warna itu berasal dari kluwak (keluak), biji buah pohon kepayang yang juga dipakai untuk rawon. Di Makassar, konro biasa dimakan dengan burasa atau ketupat, dan selain versi berkuah ada pula konro bakar: iga yang direbus empuk lalu dibakar dan disiram bumbu kacang. Bahan (4 sampai 6 porsi) 1 kg iga sapi, potong-potong; 2 liter air; 4 sampai 5 buah kluwak, ambil isinya, rendam air panas; 2 batang serai, memarkan; 3 lembar daun jeruk dan 2 lembar daun salam; 2 cm lengkuas, memarkan; garam, gula merah, dan minyak untuk menumis. Bumbu halus 6 siung bawang merah dan 4 siung bawang putih; 1 sendok makan ketumbar sangrai; 4 butir kemiri sangrai; 1 cm jahe dan sedikit kunyit; sedikit pala, cengkeh, dan kayu manis sesuai selera. Cara membuat Rebus iga sebentar, buang air rebusan pertama agar kuah bersih. Rebus kembali iga dengan air baru sampai empuk, sekitar satu setengah hingga dua jam, atau 30 menit dengan panci presto. Tumis bumbu halus bersama kluwak yang sudah dihaluskan, serai, lengkuas, dan daun-daunan sampai harum dan matang. Masukkan tumisan ke dalam rebusan iga, bumbui dengan garam dan sedikit gula merah, masak dengan api kecil sekitar 20 menit agar bumbu meresap. Memilih kluwak Pilih kluwak yang cangkangnya tidak retak dan terasa berat. Isi yang baik berwarna hitam, lembap, dan tidak berbau tengik atau pahit. Kluwak yang rusak membuat kuah pahit, jadi cicipi sedikit sebelum dipakai. Konro bakar Iga yang sudah direbus dengan bumbu ditiriskan, diolesi kecap manis dan sedikit kuah, lalu dibakar di atas arang sampai berkaramel. Disajikan dengan bumbu kacang dan semangkuk kuah konro di samping. Penyajian Taburi bawang goreng dan daun bawang. Sajikan dengan burasa (nasi bersantan yang dibungkus daun pisang), ketupat, atau nasi putih, serta jeruk nipis dan sambal. Di Makassar, warung konro ramai sejak siang hingga malam, dan banyak yang buka sampai larut.

Comments (0)