Tanjung Bira di Bulukumba: pantai pasir putih, perahu pinisi Tana Beru, snorkeling dan rute dari Makassar
TUREFF• •0
Tanjung Bira di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, adalah pantai berpasir putih halus seperti tepung dengan air laut biru jernih di ujung selatan jazirah Sulawesi. Selain pantainya, kawasan ini terkenal dengan tradisi pembuatan perahu pinisi di Tana Beru, yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda.
Cara ke sana
Dari Makassar perjalanan darat sekitar 5–6 jam (kira-kira 200 km), melewati Gowa, Takalar, Jeneponto dan Bantaeng.
Ada mobil sewaan, travel dan bus menuju Bulukumba, lalu lanjut ke Bira.
Dari Pelabuhan Bira, kapal feri menyeberang ke Pulau Selayar.
Pantai dan laut
Pantai Bira: pantai utama dengan pasir putih dan banyak penginapan, kafe dan penyewaan alat snorkeling.
Pantai Bara: lebih sepi, dikelilingi pepohonan, cocok untuk bersantai.
Tebing-tebing karang di sekitar Bira untuk melihat matahari terbenam.
Snorkeling dan menyelam
Pulau Liukang Loe dan Pulau Kambing, bisa dicapai dengan perahu sewaan dari Bira, punya terumbu karang dan ikan warna-warni.
Ada operator selam lokal untuk penyelam bersertifikat; di beberapa musim, penyelam berpeluang melihat ikan pari dan hiu karang.
Perahu pinisi di Tana Beru
Di Tana Beru, tidak jauh dari Bira, para tukang perahu (panrita lopi) membangun kapal pinisi kayu dengan cara tradisional, tanpa gambar kerja, di tepi pantai. Pengunjung bisa melihat proses pembuatannya dengan sopan, tanpa mengganggu pekerjaan.
Budaya
Desa adat Kajang di Bulukumba, komunitas yang memegang teguh adat dan berpakaian hitam. Kunjungan biasanya didampingi pemandu setempat dan harus menghormati aturan adat.
Kuliner
Ikan bakar dan seafood segar, coto Makassar dan konro dalam perjalanan, serta pisang epe.
Tips
Musim kemarau, sekitar April sampai Oktober, biasanya laut lebih tenang.
Akhir pekan dan musim liburan ramai; pesan penginapan lebih dulu.
Gunakan tabir surya ramah terumbu karang dan jangan menginjak karang saat snorkeling.