Ternate: Gunung Gamalama, Kesultanan dan Benteng Oranje, Danau Tolire, Batu Angus, dan pulau rempah
TUREFF• •0
Ternate adalah pulau kecil di Maluku Utara yang hampir seluruhnya adalah tubuh Gunung Gamalama. Selama berabad-abad Ternate menjadi salah satu pusat perdagangan cengkeh dunia, rebutan bangsa Portugis, Spanyol, dan Belanda. Kesultanan Ternate masih ada hingga kini, dan peninggalan benteng-benteng Eropa tersebar di sepanjang pesisirnya.
Cara ke sana
Terbang ke Bandara Sultan Babullah, umumnya dengan transit di Makassar, Manado, atau Jakarta.
Kapal Pelni juga singgah di Ternate dengan jadwal tertentu.
Dari Ternate ada speedboat dan kapal ke Tidore dan Halmahera.
Berkeliling
Jalan lingkar mengelilingi pulau sekitar 40-an km, bisa ditempuh setengah hari dengan sepeda motor atau mobil sewaan.
Yang bisa dilihat
Kedaton Kesultanan Ternate: istana sultan yang kini juga menjadi museum, dengan koleksi peninggalan kesultanan.
Masjid Sultan Ternate, masjid tua dengan atap bersusun.
Benteng Oranje di pusat kota, dibangun Belanda awal abad ke-17, serta Benteng Tolukko dan Benteng Kalamata di pesisir.
Danau Tolire Besar, danau kawah yang dalam dengan banyak cerita rakyat, di kaki Gamalama.
Batu Angus, hamparan batu lava hitam dari letusan Gamalama pada masa lalu, kontras dengan laut biru.
Pemandangan Pulau Maitara dan Tidore dari pantai Ternate, yang pernah menghiasi uang kertas seribu rupiah.
Cengkeh Afo, pohon cengkeh tua di lereng Gamalama yang dikenal sebagai salah satu yang tertua.
Mendaki Gamalama
Gamalama adalah gunung api aktif. Pendakian hanya dilakukan saat status aman, dengan pemandu lokal dan izin. Pantau informasi dari PVMBG sebelum berangkat.
Makanan
Ikan bakar dengan dabu-dabu, papeda dengan ikan kuah kuning, gohu ikan (ikan mentah bumbu khas Ternate), dan kopi rempah.
Tips
Hormati adat kesultanan: berpakaian sopan saat mengunjungi kedaton dan masjid.
Jadwal kapal ke pulau lain bisa berubah karena cuaca, siapkan waktu cadangan.