Tinutuan atau bubur Manado: beras, labu kuning, jagung, sayuran hijau, kemangi, dan cakalang dengan sambal roa

TUREFF• •0
Tinutuan, yang dikenal juga sebagai bubur Manado, adalah sarapan khas Sulawesi Utara. Beras dimasak bersama labu kuning, jagung, ubi, dan banyak sayuran hijau seperti kangkung, bayam, dan daun gedi, lalu diberi kemangi yang harum. Bubur ini biasanya disantap dengan ikan asin atau cakalang fufu, perkedel nike, dan sambal roa yang pedas. Bahan (untuk 6 porsi) 200 gram beras; 2 liter air; 300 gram labu kuning, potong dadu; 200 gram ubi jalar, potong dadu; 2 tongkol jagung manis, pipil; 1 ikat kangkung, 1 ikat bayam, dan daun gedi jika ada; 1 genggam daun kemangi; 2 batang serai, memarkan; garam secukupnya. Cara memasak 1. Cuci beras, rebus dengan air dan serai sampai mulai menjadi bubur. 2. Masukkan labu kuning, ubi, dan jagung, masak sambil sesekali diaduk sampai labu hancur dan bubur mengental. 3. Tambahkan garam. 4. Masukkan sayuran hijau, masak sebentar saja agar warnanya tetap hijau. 5. Matikan api, masukkan kemangi, dan aduk. Pelengkap Ikan asin goreng atau cakalang fufu (cakalang asap) yang disuwir dan digoreng. Perkedel nike (bakwan dari ikan nike kecil) atau perkedel jagung. Sambal roa: ikan roa asap yang ditumbuk dengan cabai, bawang, dan tomat, lalu digoreng dengan minyak. Tahu goreng dan kerupuk. Variasi Tinutuan bisa dicampur mi kuning, disebut midal, atau dicampur sup kacang merah (brenebon), disebut bubur kacang. Tips Labu kuning memberi warna kuning dan rasa manis alami; jangan kurang. Aduk bagian bawah panci agar bubur tidak gosong. Sayur hijau dimasukkan terakhir supaya tidak layu dan pucat. Di Manado Kawasan Wakeke di Manado dikenal sebagai pusat warung tinutuan. Pemerintah kota juga pernah menjadikan tinutuan ikon kota.

Comments (0)